Pemda Diminta Tak Gegabah Kurangi Jumlah Honorer

Pemda Diminta Tak Gegabah Kurangi Jumlah Honorer

Senin, 14 November 2016 - 19:11:03 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 437

Kenali.co, MUARA BUNGO - Pemerintah Kabupaten Bungo beberapa waktu lalu berencana untuk mengurangi tenaga kerja honorer. Wacana ini ditanggapi serius oleh aktivis dari Himpunan Mahasiswa Bungo Jabodetabek (Himboja).

Pemerintah diminta berpikir ulang sebelum mengeksekusi kebijakan tersebut. Usman Efendi, Sekretaris Himboja dalam keterangannya meminta Pemda Bungo tidak gegabah mengambil langkah untuk melakukan pengurangan tenaga honorer. Sebab, kebijakan itu akan memicu gejolak sosial.

"Harus dikaji dengan matang. Kalau tidak ini akan menjadi polemik," ucap Usman, Minggu (13/11).

Menurut Usman, masih banyak yang mesti dilakukan pemerintah untuk mengatasi defisit anggaran yang sedang dihadapi Pemda Bungo. Memangkas jumlah honorer tidak bisa dilakukan dengan sporadis, sebab itu menyangkut masalah sumber penghasilan bagi honorer.

"Boleh saja dikurangi tapi seharusnya bertahap. Kalau langsung dalam jumlah yang banyak pasti dampaknya akan serius. Masalahnya apakah Pemda sudah punya alternatif lain untuk mengantisipasi dampaknya," tegas putra Lubuk Mengkuang.

Lebih jauh Usman mengatakan, jangan sampai solusi yang diambil Pemda malah akan membuat masalah baru bagi pemerintah sendiri. Pada dasarnya, Himboja mendukung untuk merasionalisasi jumlah honorer, tapi kebijakannya harus komprehensif tidak parsial.

"Langkahnya, Pemda mesti siapkan dulu paket yang komprehensif. Bisa dengan alih profesi bagi honorer," tukas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kalau jumlah yang terkena rasionalisasi mencapai ribuan, imbu Usman, tentu akan berekses signifikan.

Masalah ekonomi, dalam penilaian Usman akan menjadi dimensi paling terpukul bagi honorer. Padahal, dampak ini akan merupakan persoalan yang selama ini belum pernah diselesaikan oleh Pemda. Dengan adanya jumlah pengangguran baru, maka beban pemerintah juga akan semakin berat.

"Bisa-bisa Pemda juga kehilangan kepercayaan publik karena kebijakannya kontroversial," tutup Usman.

(Put)

#News1


kenali.co