Memberantas Penyakit DBD dengan Wolbachia

Memberantas Penyakit DBD dengan Wolbachia

Minggu, 11 September 2016 - 05:55:24 WIB
0 | Kategori: Kesehatan |Dibaca: 591

Kenali.co, Terjangkitnya ratusan warga negara Singapura oleh virus Zika sepanjang Agustus lalu menimbulkan kembali kekhawatiran yang sempat mereda.

Di dalam negeri, berbagai pihak terus berupaya memberikan kontribusi guna menangkal penyebaran virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes Aegypti.

Kendati sampai saat ini belum ditemukan obat pasti untuk mengobati virus Zika, tetapi harapan untuk mengendalikan penyebaran penyakit itu tidak sepenuhnya memudar.

Sejumlah peneliti yang tergabung dalam Eliminate Dengue Project (EDP) Universitas Gadja Mada tengah mengembangkan terobosan baru dengan memanfaatkan nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia.

Peneliti utama EDP Adi Utarini menuturkan, wolabchia merupakan bakteri yang terdapat 60% jenis serangga seperti kupu-kupu, lebah, dan lalat buah. Namun, bakteri ini tidak terdapat di nyamuk aedes aegepty yang menjadi vektor penyebaran penyakit demam berdarah (DBD).

Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan bakteri wolbachia ke nyamuk dan melepaskannya ke lingkungan sekitar. Nyamuk yang sudah memiliki bakteri ini nantinya akan berkembang biak dengan nyamuk aedes aegepty. Harapannya, dalam jangka waktu tertentu nyamuk ini akan berkembang biak dan mengalahkan nyamuk aedes aegepty.

Nyamuk tersebut mampu menghambat penularan virus dengue di dalam tubuh nyamuk, sehingga tidak mampu menularkan virus dengue kepada manusia. Nyamuk yang mengandung wolbachia diyakini tidak akan bisa menyebabkan penyakit DBD.

Adi menuturkan, saat ini penelitian tengah dilakukan di Bantul dan Sleman. Hasilnya cukup memuaskan. Di kedua kota tersebut, sekitar 80%-85% nyamuknya sudah memiliki bakteri wolbachia.

Dari hasil penelitian tersebut juga dipastikan motode pelepasan nyamuk berwolbachia ini aman dari aspek ekonomi, sosi-kultural, pengendalian vektor, ekologi, dan kesehatan masyarakat.

Para peneliti saat ini memang tengah fokus untuk menekan penyebaran penyakit DBD. Kendati demikian, metode ini juga tidak menutup kemungkinan bisa dimanfaatkan untuk menekan penyakit chikungunya atau Zika yang saat ini tengah memicu gelombang kekhawatiran. Penelitian ini juga telah mendapatkan restu dari World Health Organization agar bisa dikembangkan lebih lanjut.

(*/wb)

#News1


kenali.co