PJU Dipadamkan, Pemkab Tuding PLN Sarolangun Arogan

PJU Dipadamkan, Pemkab Tuding PLN Sarolangun Arogan

Jumat, 02 September 2016 - 20:39:59 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 535

Kenali.co, SAROLANGUN, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun menyesalkan tindakan PLN Rayon Sarolangun memadamkan seluruh lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Meski alasan pemadaman Pemkab menunggak, namun kebijakan PLN dinilai tidak berperasaan dan arogan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Sarolangun, Waldi ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/9/2016).

“Kita memang ada tunggakan. Tapi pemadaman lampu jalan yang dilakukan PLN sungguh tidak berperasaan dan sangat arogan,” sesal Waldi.

Seharusnya sebut Waldi, pihak PLN tak perlu melakukan pemadaman. Apalagi terkait dengan tunggakan, Pemkab telah berjanji akan melunasinya.

Dimana sebelumnya sebutnya, pihaknya telah menyurati secara resmi pihak PLN menjelaskan sebab belum bisa dibayarnya tagihan PJU. Dan dalam surat tersebut juga disebutkan, bahwa tunggakan akan dilunasi setelah APBDP atau pada Oktober 2016.

“Kita ini pemerintah, tidak mungkin kita tidak bayar, apalagi PLN juga bagian dari pemerintah. Seharusnya mereka memikirkan mudarat dari matinya lampu tersebut,” ungkapnya.

Sikap arogan pihak PLN ujarnya, juga terlihat dari saat penyegelan boxpanel lampu PJU. Pihak PLN tidak memberitahukan terlebih dahulu kepada pihaknya.

“Langsung disegel tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Memang tak ada menghargai pemerintah,” tegasnya.

Dijelaskan Waldi, terjadinya tunggakan karena memang dana yang mereka miliki untuk kegiatan PJU sudah tak ada lagi. Dan pengelolaan PJU juga baru dialihkan ke Bagian Umum dimana sebelumnya dikelola oleh ESDM.

“Setelah diserahkan ke kita, saya lihat pagu anggarannya hanya Rp 1,3 miliar, dan itu untuk kegiatan perawatan dan tagihan PJU,” jelasnya.

Semetara untuk tagihan Januari hingga Mei 2016 tagihan yang harus dibayarkan sebesar Rp 1,2 miliar lebih. Sehingga untuk tagihan Juni, Juli dan seterusnya mereka tidak memiliki dana untuk membayarnya.

“Dana kita hanya tersisa Rp 97 juta lebih, jadi bagaimana kita mau membayarnya. Dan kita telah mengambil langkah dalam masalah ini. Kita sudah surati Bappeda dengan tembuskan ke Banggar dan DPPKAD agar nanti diangarkan APBD-Perubahan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak PLN Rayon Sarolangun, mengeksekusi (mematikan) seluruh lampu penerangan jalan umum (PJU) di seluruh kabupaten Sarolangun. Karena Pemkab setempat menunggak pembayaran tagihan LPJU selama lima bulan sebesar Rp.800 Juta.

Manejer PLN Rayon Sarolangun mengaku, terpaksa mengambil kebijakan tersebut karena sudah intruksi dari pimpinan. Sehingga sesuai SOP, mereka melakukan pemadaman terhadap lampu jalan yang ada di Sarolangun.

(dar)

#News1


kenali.co