Kasus Asusila Kepala Desa Malapari, Dewan Desak Bupati Bertindak

Kasus Asusila Kepala Desa Malapari, Dewan Desak Bupati Bertindak

Selasa, 23 Agustus 2016 - 17:50:47 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 1344

Kenali.co, MUARABULIAN - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan Kepala Desa Malapari Kecamatan Muara Bulian, Asnawi, terus berlanjut. Kejadian tersebut membuat banyak pihak buka suara, termasuk pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batanghari.

Yang dalam hal ini oleh Komisi I DPRD Kabupaten Batanghari, atas kejadian itu pihak Dewan meminta kepada Bupati Batanghari Sahirsyah, untuk memberikan tindakan tegas Kepada Kades Malapari, Asnawi yang terseret kasus dugaan Asusila yang saat ini prosesnya ditangani oleh lembaga Adat Desa dan Kecamatan.

"Kita minta Bupati Batanghari untuk mengambil tindakan tegas terhadap Kades yang bermasalah, saat ini terjadi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Kades Malapari bernama Asnawi, Kasus ini sebelumnya sudah digelar sidang adat desa pada (15/8) kemarin. Jika terbukti bersalah kita minta yang bersangkutan diberhentikan," Kata A Butsiyantoni Ketua Komisi I DPRD Batanghari, Selasa (23/8/2016).

Lebih lanjut disampaikan Abut, dirinya menyesalkan atas sikap yang dilakukan Kepala Desa Malapari yang tidak mencerminkan seorang Pimpinan Desa. "Saya heran kenapa terjadi hal seperti itu, Apalagi Korban merupakan keluarganya sendiri," Ungkap Politisi Hanura ini.

Terpisah, Plt Sekda Batanghari Bakhtiar ketika dimintai tanggapan terhadap hal tersebut akan menindak lanjuti persoalan tersebut. "Kita tunggu proses yang dilaksanakan saat ini secara berjenjang. Jika yang bersangkutan terbukti bersalah akan kita tindak tegas sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku," Ujar Plt Sekda Batanghari, Bakhtiar, Selasa (23/8/2016).

Untuk diketahui sebelumnya kepala desa (Kades) Malapari, Kecamatan Muarabulain, Asnawi, melakukan pelecehan seksual kepada seorang ibu rumah tangga (IRT), berinisial MD. Perbuatan asusila yang dilakukan Kades ini dengan menunjukkan kemaluannya kepada MD pada Senin (8/8/2016), sekira pukul 14:00 WIB di Kantor Kades.

Wahab Syah, Ketua Lembaga Adat Desa Malapari kepada wartawan membenarkan, bahwa kejadian pelecehan seksual yang dilakukan Kades ini sudah dilakukan sidang adat.

Menurut keterangan korban, pada waktu itu dirinya bermaksud mengurus Kartu Keluarga (KK). Di Kantor itu korban bertemu dengan Kades dan saat itu Kades hanya sendirian di kantor kemudian mempersilahkan MD untuk duduk.

"Di ruangan komputer, Asnawi memanggil korban dan memperlihatkan kemaluannya kepada korban, lalu korban menjerit. Ini berdasarkan keterangan korban dan saksi," kata Wahab.

Bahkan, dari keterangan korban, Kades juga mencoba menarik baju dan mencoba memaksa. Namun, korban berhasil melepaskan diri dari cengkeraman kades dan pada saat kejadian tersebut ada seorang bidan desa, Zahria yang menyaksikannya.

"Dari keterangan saksi ini juga melihat kades waktu itu dalam kondisi setengah telanjang," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam acara sidang adat turut terungkap fakta hukum yang tidak terbantahkan. Berdasarlan Saksi juga membeberkan dua SMS, bahwa kades meminta agar kejadian yang terjadi di kantor kades dirahasiakan.

"Nah, SMS yang dikirimkan kades itu sudah cukup membuktikan bahwa kades asnawi bersalah, tentu itu bukti yang sangat kuat,” katanya lagi.

Terpisah Camat Muara Bulian Patoni membenarkan, adanya laporan dari lembaga Adat Desa Malapari terkait perbuatan tuduhan perilaku Kades terhadap warga binaannya dan saat ini pihak Kecamatan minta petunjuk dari Bupati Batanghari.

"Apakah perkara ini diambil alih lembaga Adat Kecamatan atau kembali penyelesaian ke pihak Desa. Nanti kita pelajari,” kata Camat lewat Via Ponsel.

(sun)

#News1


kenali.co