Akhirnya, Pemkab Bongkar SDN 34/V Jarak Jauh. Murid Dikembalikan Ke SD Induk

Akhirnya, Pemkab Bongkar SDN 34/V Jarak Jauh. Murid Dikembalikan Ke SD Induk

Jumat, 19 Agustus 2016 - 17:30:07 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 294

Kenali.co, KUALATUNGKAL, - SDN 34/V Jarak Jauh yang berlokasi di parit 10 RT 15 Kelurahan Bram Itam Kiri Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjungjabung Barat akhirnya dibongkar.

Bangunan yang terkesan tidak layak karena hanya berdinding daun nipah ini dibongkar dan muridnya yang berjumlah sekitar 57 orang dipindahkan ke sekolah induk Jumat pekan kemarin.

"Ya, karena pertimbangan efisiensi. Itukan SD jarak jauh yang merupakan cabang dari SDN 34. Kita kembalikan ke SD Induknya," cetus Bupati Tanjungjabung Barat Safrial MS saat dikonfirmasi awak media tentang penutupan SDN 34 Jarak Jauh, Jumat (18/8/2016).

Menurut Safrial, penutupan sekolah tersebut dilakukan karena pemerintah tidak mungkin membangun bangunan SD yang baru dilokasi tersebut karena tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan.

"Kalau kita bangun juga SD disitu tidak mungkin, karena tidak memenuhi syarat siswa," jelasnya.

Dituturkan Safrial bahwa muasal SD Jarak Jauh tersebut ada karena pada dahulunya jalan di daerah tersebut sangat buruk. Sehingga murid susah untuk berangkat ke sekolah. Setelah dilakukan perbaikan pada jalan yang melintasi sekolah tersebut, maka tidak ada alasan lagi untuk dibangun SD jarak jauh. Ďirinya juga menyesalkan tindakan kepala sekolah SD tersebut tidak berkoordinasi dengan pemerintahan terkait hal ini.

"Mungkin Kepala sekolah saking pintarnya dimasukan ke media. inikan SD jarak jauh, dulu kan ada karena akses jalannya buruk. Sekarang jalannya sudah bagus. Kalau memang ada jaminan murid disitu mencukupi untuk dibangun maka akan kita bangun SD. Namun setelah saya tanya kepada kadisnya (Kadis Pendidikan), murid disitu tidak mencukupi. Kalau kita bangun juga nanti muridnya darimana," jelas Safrial dengan sedikit emosi.

Sementara itu, beberapa keluhan datang dari Wali Murid SDN 34 jarak jauh pasca dipindahkan para murid ke SD induk. Mereka merasa kesulitan katlrena setiap mesti mengantar anaknya dengan menempuh jarak yang jauh. Apalagi bagi orang tua yang kurang mampu karena harus bekerja mencari nafkah. Para orang tua menjadi dilema antara mengantar anak dan harus mencari rejeki untuk kehidupan sehari hari.

"Susah pak sayo kan lagi mesti kerja buat hidupm Kalau saya antar anak terpaksa tidak bekerja,. Kalau tidak diantar takut pak nantu anak kita ketabrak kendaraan," ungkap mamak syawal salah satu wali murid yang merasa kesulitan sejak dipindahkannya murid ke SD induk.

Rido, salah satu murid juga menyatakan keluhannya sejak dipindahkan ke SD induk. Pasalnya bula dahulu dirinya hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk sampai ke sekolah, namun sekarang dirinya harus berjalan sejauh hampir 2 km umtuk sampai ke SD induk.

"Kalau dulu dekat rumah, kalau sekarang jauh. Biasanya pas istirahat kalau lapar pulang kerumah makan," keluh Ridho murid Kelas Lima SDN 34 jarak jauh.

Bahkan, agar para anak mereka bisa kembali bersekolah di SD jarak jauh yang telah dibongkar, para wali murid menyatakan kesanggupan untuk iuran membeli papan GRC untuk dinding bangunan.

"Kami berharap sekolahan ni kembali dibuka. Biarlah kami iuran beli asbes buat dindingnya yang penting tetap sekolah disini," pinta Rusmadah.

(son)

#News1


kenali.co