Warga Keluhkan Proyek Drainase. Pihak Kontraktor Dinilai Tidak Bertanggung Jawab
Warga Keluhkan Proyek Drainase. Pihak Kontraktor Dinilai Tidak Bertanggung Jawab

Warga Keluhkan Proyek Drainase. Pihak Kontraktor Dinilai Tidak Bertanggung Jawab

Senin, 08 Agustus 2016 - 16:40:26 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 527

Kenali.co, MUARA BUNGO - Pengerjaan proyek drainase di Kelurahan Tanjung Gedang Kecamatan Pasar Muara Bungo menuai persoalan. Salah satu persolannya adalah warga mengeluhkan tidak dibuatkan jembatan dari jalan kerumah masing-masing warga.

Seperti disampaikan Beny salah seorang warga, mobil pribadinya terpaksa diparkir di pinggir jalan dan tidak bisa diparkir dirumah karena tidak ada jembatan darurat yang dibikin oleh pihak kontraktor.

"Warga terpaksa membuat sendiri jembatan kerumah masing-masing, saat ditanyakan kepada pihak kontraktor alasannya belum ada papan, padahal itu kan tanggung jawab mereka, bukan tanggungjawab warga ," ucap Beny, Senin (8/8/2016).

Beny juga mengatakan, sebagian warga yang bergantung air pada PDAM saat ini terpaksa meminta air kerumah keluarga atau tetangga yang memiliki sumur. Pasalnya jaringan PDAM terputus akibat penggalian drainase tersebut.

"Saya dan warga lain terpaksa cari air kerumah tetangga dan keluarga yang pakai sumur, seharusnya pihak kontraktor harus bertanggung jawab atas permasalahan ini, jangan membuat susah masyatakat ," jelasnya.

Selain itu, lanjut Beny, pihak kontraktor semena-mena meletakan material proyek seperti batu dan pasir di badan jalan, akibatknya hanya sebagian badan jalan yang bisa digunakan oleh pengendara.

"Bahan bangunan di tarok dijalan tanpa adanya rambu-rambu, kalau malam tidak terlalu nampak, bisa saja menimbulkan kecelakaan. Selain itu kalau kendaraan roda empat berpapasan, terpaksa satu kendaraan harus mengalah untuk turun jalan karena material diletakan di jalan ," tutupnya.

Sementara kontraktor proyek tersebut Fredy belum bisa dikonfirmasi. Sekedar memberitahu proyek drainase sepanjang 1000 meter tersebut dengan sumber dana APBD, dikerjakan oleh CV Arima Teknik dan konsultan Supervisi Perorangan dengan masa pengerjaan 150 hari kerja. Nilai proyeknya adalah Rp2.181 Miliar.

(Put)

#News1


kenali.co