FHK Serukan Perberat Hukuman Pelaku Perburuan Harimau

FHK Serukan Perberat Hukuman Pelaku Perburuan Harimau

Jumat, 29 Juli 2016 - 21:20:14 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 397

Kenali.co, JAMBI- Forum Harimau Kita (FHK) menyerukan agar aparat penegak hukum memperberat hukuman bagi pelaku perburuan dan perdagangan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).

“Hal penting yang bisa dilakukan untuk menekan perburuan dan perdagangan harimau sumatera
adalah dengan memperberat hukuman yang menimbulkan efek jera kepada pelaku perdagangan dan semua turunannya," kata Ketua FHK Yoan Dinata.

Dia mengatakan, dalam memperingati Hari Harimau Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 Juli. Dimana peringatan tahun ini mengusung tema "Perberat Hukuman Pelaku Perdagangan Harimau Sumatra".

"Peringatan ini sebagai bentuk kampanye mengajak masyarakat luas untuk mendorong para penegak hukum agar menjatuhkan hukuman maksimal bagi para pelaku perburuan, perdagangan Harimau Sumatera," kata Yoan.

Inisiatif kampanye ini kata Yoan muncul dari keprihatinan terhadap populasi harimau sumatra yang terus menurun.

"Menurut data IUCN –World Conservation Union, saat ini populasi harimau sumatera hanya tersisa
sekitar 441 – 679 ekor saja di alam," katanya.

Selain itu berdasarkan hasil studi terbaru selama lima tahun terakhir menyatakan bahwa enam dari tiga puluh tiga kantong habitat harimau sudah tidak terdeteksi lagi, diantaranya adalah di Tanah Karo, Parmonangan, Maninjau, Buki Kaba, Bukit Betabuh, Bukit Sosa dan Asahan.

"Penyebab menurunnya populasi harimau sumatera adalah hilangnya habitat dan aktivitas perburuan harimau beserta hewan mangsanya untuk diperdagangkan," katanya.

Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (hingga bulan Juni 2016), tercatat sebanyak 58 ekor harimau diperdagangkan yang terdiri dari 2 harimau hidup, 14 harimau ofsetan.

Kemudian 13 lembar kulit utuh, 70 taring harimau, dan 8 buah tulang harimau dan komoditas lainnya, kata dia yang merujuk data kompilasi dari berbagi lembaga pegiat konservasi.

Oleh sebab itu Yoan meminta pemerintah perlu meningkatkan upaya konservasi dengan memperkuat dasar hukum perlindungan Harimau Sumatra yang ditetapkan dalam UU no. 5/ 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang mengatur perlindungan terhadap harimau sumatera.

Dia menambahkan, melalui peringatan Harimau Sumatera tahun ini diharapkan menjadi pengingat bagi pemerintah untuk segera merevisi regulasi terhadap perlindungan satwa yang tertuang pada UU no. 5/1990.

"Masyarakat juga harus berperan aktif dalam pelestarian Harimau Sumatra dengan melaporkan
kepada aparat  jika mengetahui adanya kegiatan perburuan dan perdagangan Harimau Sumatra dan satwa yang dilindungi lainnya," kata Yoan.

(Ali)

#News1


kenali.co