Pengalaman Keren!, Berlayar dengan Kapal Pesiar Diamond Princess
Kapal pesiar Diamond Princess

Pengalaman Keren!, Berlayar dengan Kapal Pesiar Diamond Princess

Minggu, 17 Juli 2016 - 22:52:29 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 1257

Kenali.co,  Buat Anda yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kesibukan di darat, berlayar dengan kapal pesiar dapat menjadi alternatif liburan. Saat ini banyak tersedia aneka perjalanan wisata kapal pesiar dengan aneka pilihan rute, yang bisa dipilih sesuai dengan bujet Anda.

Indyah Sutriningrum adalah penumpang yang beruntung berkesempatan mengikuti pelayaran Diamond Princess, salah satu armada kapal pesiar milik Princess Cruise dengan rute Yokohama-Taiwan.

Perjalanan ditempuh dalam waktu tiga hari empat malam dengan singgah sekitar enam jam di Okinawa. Untuk mengisi waktu selama pelayaran, tersedia aneka fasilitas dan kegiatan yang dapat dinikmati dari pagi hingga malam.

Mulai dari olahraga, hiburan, menguji keberuntungan di kasino, konsultasi kesehatan dan kecantik an, belanja, membaca atau sekadar bersantai sambil menikmati deburan ombak dan kesegaran udara laut lepas.

Untuk urusan makan dan minum tidak perlu khawatir, di kapal tersedia 12 tempat makan, mulai dari restoran internasional sampai dengan counter pizza dan es krim. Ditambah lagi sejumlah lounge, bar dan klub malam.

Bagi yang ingin melakukan olahraga dan perawatan tubuh, tersedia spa, massage, fitness center, dan kolam renang dengan pemandangan lautan lepas.

Di kapal ini juga tersedia fasilitas mandi ala Jepang, yang diklaim sebagai satu-satunya kapal pesiar yang menyediakan fasilitas itu. Menikmati hari-hari di laut tidak melulu dengan hiburan, tetapi bisa juga menyalurkan hobi.

Bagi yang senang memasak, bisa mengikuti acara cooking class. Selain itu, bagi yang hobi keterampilan, juga ada show seni melipat serbet yang ditampilkan oleh para waiters restoran yang ada di kapal. Untuk penggemar lukisan, Princess Fine Arts menggelar pameran dan lelang lukisan karya seniman internasional.

SHORE EXCURSION OKINAWA

Setelah berlayar dua hari tiga malam dari, kapal singgah sebentar di Naha, Okinawa. Kapal merapat pukul 09.00 pagi dan berlayar kembali pukul 15.00.

Saat singgah di Okinawa, wisatawan bisa mengikuti shore excursion, menikmati wisata di daratan. Tempat yang dituju adalah Shurijo Castle Park dan Kokusai Dori. Hanya dijatah tiga jam untuk mengunjungi kedua tempat itu.

Beruntung hari Sabtu, sehingga lalu lintas tidak macet. Panas menyengat di Okinawa berbanding terbalik dengan cuaca saat pelayaran yang mendung dan hujan.

Matahari bersinar terik di Naha, Ibu Kota Okinawa. Okinawa memang dikenal sebagai Hawaii dari Jepang, dengan cuaca subtropis, dengan musim dingin yang medium dan musim panas yang menyengat. Shurijo Castle adalah salah satu peninggalan bersejarah di Okinawa. Kastil ini dibangun pada 1300-an, merupakan istana dari Kerajaan Ryukyu.

Saat ini Shurijo Castle merupakan bagian dari World Heritage Site. Budaya China tampak pada peninggalan bersejarah karena China pernah menguasai Okinawa. Kepulauan ini pernah menjadi pusat perdagangan China, Korea, dan Asia Tenggara.

Pengaruh China antara lain tampak pada warna kastil yang didominasi warna merah dan emas, seperti di Shureimon Gate. Kastil ini pernah hancul pada pertempuran di Okinawa pada 1945, kemudian direkonstruksi kembali di lokasi yang sama dengan mengandalkan foto, catatan resmi, memori.

Setelah selesai pembangunan, kastil ini dibuka lagi pada 1992. Jika Shurijo Castle adalah tempat tradisional, maka Kokusai Dori adalah sisi internasional Naha. Kokusai Dori atau International Street berada di pusat kota.

Di jalan sepanjang dua km ini dipenuhi dengan toko-toko yang menjual aneka suvenir, tempat makan, hotel dan hiburan. Di area Kokusai Dori, juga dapat ditemukan pasar tradisional atau public market. Di pasar tradisional, seperti Makishi Public Market banyak dijual makanan khas Okinawa.

MENIKMATI SUNSET

Menikmati saat-saat matahari terbenam di tengah lautan merupakan sensasi tersendiri. Cuaca cerah di Okinawa berlanjut sampai kapal meninggalkan pelabuhan Naha menuju Keelung, Taiwan.

Setelah dua hari berlayar tanpa melihat matahari, menikmati sunset sayang untuk dilewatkan. Berdasarkan Princess Patter— informasi harian kegiatan di kapal matahari terbenam pada pukul 19.22 waktu setempat.

Sore hari Laut China Timur tampak membiru membuat takjub mata memandang, sementara di langit biru kadang muncul awan putih yang menutupi matahari. Saya berharap pada saat sunset langit bersih dan tidak terhalang awan. Area Walk A Mile di dek 7 merupakan tempat ideal menyaksikan matahari terbenam.

Tempat ini juga menjadi pilihan untuk bersantai dengan tenang dan menikmati deburan ombak sambil membaca atau sekadar melepaskan penat. Area ini juga menjadi jalur bagi yang ingin jogging, atau berjalan santai mengitari kapal.

Ternyata banyak juga yang tidak mau ketinggalkan menyaksikan saat-saat matahari terbenam di tengah lautan. Hari semakin gelap dan matahari yang berpendar merah perlahan-lahan turun seakan ditelan lautan luas. Suasana yang riuh dengan suara ombak tiba-tiba menjadi hening saat matahari kembali ke peraduan. Sungguh saat yang tidak terlupakan.

TIP WISATA DENGAN KAPAL PESIAR

  • Siapkan baju hangat dan busana santai.
  • Siapkan sepatu santai.
  • Siapkan juga baju formal / gaun formal karena biasanya ada acara coktail yang mengharuskan semua penumpang berbusana formal.
  • Siapkan obat-obatan anti mabuk bagi yang tidak kuat gelombang laut.
  • Mematuhi aturan keselamatan kapal

(*)

#News1


kenali.co