Jatah Raskin Diduga Diganti Uang 20 Ribu

Jatah Raskin Diduga Diganti Uang 20 Ribu

Selasa, 14 Juni 2016 - 16:56:23 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 357

Kenali.co, KERINCI - Pembagian Beras Miskin (Raskin) di kabupaten Kerinci kembali menuai persoalan, Kali ini terjadi di desa Koto Aro, Kecamatan Siulak, kabupaten Kerinci.

Pasalnya, jatah raskin diperuntukkan bagi masyarakat yang tindak mampu diduga diganti dengan uang Rp20 ribu oleh pihak petugas Desa.

Hal diungkapkan, salah seorang warga Koto Aro yang tidak mau ditulis namanya mengatakan, jatah raskin di desanya diganti dengan uang Rp20 ribu.

Dia menyebutkan, yang membagikan uang Rp 20 ribu tersebut adalah keluarg kades yang ditunjuk membagikannya. "Rata diganti dengan uang Rp20 ribu semuanya, ada yang dapat lebih dari itu juga uangnya. Lalu raskin yang untuk kami dijual,"ungkapnya kepada media ini, Selasa (14/6/2016).

Sebenarnya, kata Sumber Jambi One ini, warga menolak menerima uang tersebut, namun karena semuanya seperti itu, mau tidak mau warga terpaksa menerimanya. "Selain itu dijanjikan akan dicairkan raskin susulan lagi baru dikasih sesuai jatah per KK,"sebutnya.

Sementara itu salah seorang anggota BPD Koto Aro, Kecamatan Siulak, Riswandi, mengatakan, sejak sudah dua kali pencairan raskin sudah di bagikan kemasyarakat. Namun, sebelum itu diganti dengan uang.

"Sebelumnya memang ya, tapi setelah di tegur BPD maka sekarang sudah dibagikan kemasyarakat dan sudah tidak ada lagi masalah, beras sudah dibagikan,"terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Koto Aro, Sarkani saat dikonfirmasi hal tersebut,  membantah Raskin diganti dengan uang Rp20 ribu.

"Beras raskin didistribusikan sesuai titik biasanya di desa, tidak pernah menjual beras raskin,"jelasnya.

Malah, dia menuding masyarakat yang menjual raskin yang telah dibagikan  tersebut. "Beras raskin sudah kita berikan lewat petugas tiap titik, tidak ada saya menjualnya. Mungkin warga setelah diterima raskin dijualnya,"katanya.

Sementara itu Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sub devisi Kerinci, Sultani, saat dikonfirmasi mengatakan, soal distribuai Raskin diserahkan ke Kades setiap kecamatan.

"Kalau kita menyalurkan sesuai alokasi desa yang menerimanya. Distribusi smpai di desa,"ujarnya.

Ditanya soal laporan masalah pembagian Raskin ? Dia mengatakan, sejauh ini belum ada laporan soal Raskin masuk ke pihaknya. "Hanya saja terakhir kali di kecamatan danau Kerinci, Raskin ke 13 dan 14 diakuinya ada dugaan dijual oleh kepala desa,"pungkasnya.

(sau)

#News1


kenali.co