Gas Elpiji 3 Kg Mulai Langka

Gas Elpiji 3 Kg Mulai Langka

Senin, 13 Juni 2016 - 15:34:33 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 590

Kenali.co, KUALA TUNGKAL - Satu pekan memasuki bulan suci Ramadan, beberapa kebutuhan masyarakat di pasar Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sudah mengalami kelangkaan. Salah satunya pasokan gas elpiji 3 kg.

Bukan hanya kelangkaan terhadap gas di kalangan pengecer lonjakan harga di tingkat pengecer juga membuat masyarakat khususnya dari golongan menegah ke bawah mulai mengeluh.

Selain itu, pasokan gas dari setiap agen membuat beberapa pedagang ditingkat pengecar juga merasa kesulitan akan langkanya pasokan gas elpiji 3 kg. ‎

Bahkan, beberapa kalangan menilai kelangkaan gas elpiji 3 kg disebabkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan, Serta permainan para agen-agen besar yang selama ini beroperasi di Tanjabbar.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini jika pengiriman kuota gas elpiji 3 kg untuk tanjabbar selama ini masih aman tidak pernah terlambat seperti saat ini.
 
"Iya pak sekarang agak susah cari gas elpiji 3 kg, Sering kosong ditingkat pengecer." Ujar Salma salah satu warga Kuala Tungkal.

Ibu dua anak yang berprofesi sebagai penjual jajanan untuk menu berbuka puasa, Mengakui sangat mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas Isi ulang ukuran 3 kg di tingkat pengecer, Bahkan ia dan warga lain merasa kewalahan yang mana kelangkaan ini sudah terjadi sejak tiga hari memasuki bulan Ramadan.

‎Sementara itu, Ungkapan senada juga sampaikan, Murni warga parit satu Kuala Tungkal. Menurutnya saat dirinya ingin mencari Isi ulang gas elpiji 3 kg di salah satu toko pengecer yang ada memajang tabung gas, Selalu ditolak oleh pengecer dengan alasan sudah menjadi pesanan orang lain.  

"Kalau naik tidak masalah asal pasokan aman, ini sudahlah naik pasokan langka kan susah. Apa lagi disini dugaan adanya permainan antar agen dan pengecer," Ungkapnya.‎

Sedangkan pengakuan disalah satu pedagang eceran (Abadi sel) yang berlokasi di jalan sriwijaya tepatnya di depan rumah dinas Bupati tanjabbar mengakui, Jika ‎kelangkaan lebih disebabkan keterlambatan pengiriman dari para agen.

"Memang dalam beberapa hari ini pasokan gas sering terhambat." Ujarnya.

Sementara itu, Disisi lain dari pengakuan, Aheng salah satu pemilik agen resmi gas elpiji 3 kg ‎sempat membantah adanya permainan dari agen.

Malah dia, Mengatakan terhambatnya pengiriman gas ke tingkat pengecer lebih disebabkan keterlambatan pengiriman agen gas dari Jambi.

Dirinya mengakui, Agennya masih menjual dengan harga Rp 18 ribu pertabung, sedangkan untuk harga ditingkat pengecer, ia mengatakan bukan wewenang nya untuk mengatur.

"Permainan bagaimana, Apanya yang dimainkan, Kalau gas datang dari Jambi langsung kami jual ke pelanggan," Kilahnya.

Terpisah, Syafriwan Asisten II Setda tanjabbar, Terkait masalah ini secara tidak langsung juga membantah jika gas mengalami kelangkaan dipasaran sehingga masyarakat menjadi kesulitan.

"Mana ada gas langkah dipasaran, Karena kita sudah mengajukan penambahan untuk gas elpiji." Ujar Syafriwan.

Kata dia, Pemkab sejauh ini sudah mengatasi kelangkaan gas berbagai ukuran dalam menghadapi hari-hari besar seperti bulan suci Ramadan dan Lebaran nanti, Bahkan, Pihaknya sudah melayangkan surat resmi ke pihak Pertamina untuk penambahannya.

"Kita sudah kirimkan surat resmi penambahan kuota pasokan gas elpiji untuk wilayah Tanjung Jabung Barat." Sebutnya.

Sayangnya dirinya tidak menyebutkan berapa jumlah penambahan yang diajukan pemkab ke pihak Pertamina.

"Kita tidak minta jumlah berapa, Namun kita perkirakan kuota tergantung dari kondisi kebutuhan di lapangan." Tutupnya.

(son)

#News1


kenali.co