Melati Disuruh Ganti Baju di Mesjid
Melati Disuruh Ganti Baju di Mesjid

Melati Disuruh Ganti Baju di Mesjid

Kamis, 12 Mei 2016 - 08:27:26 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 1091

Kenali.co, JAMBI - Seorang siswi sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Jambi menjadi korban pemerkosaan oleh tersangka, Hengky Prabowo, 29 tahun, yang juga dianggap sebagai saudara angkat. Melati, sebut saja namanya begitu, masih berusia 13 tahun.

Hengky diadukan kepada polisi, Selasa malam (10/5/2016) lalu, ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polresta Jambi dengan nomor STPL/B-335/V/2016/SPKT I. Kemudian tersangka berhasil ditangkap hari itu juga. Isi laporannya, telah melakukan permerkosaan sebanyak enam kali.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bernard Sibarani menyebutkan akibat perbuatan tersebut korban mengalami trauma berat di usianya yang masih belia. Perbuatan cabul dilakukan mulai januari hingga mei ini

"Tersangka ditangkap selasa malam oleh tim buser," ujar Kapolresta Rabu kepada media ini, Rabu (11/5/2016).

Disebutkannya, Kronologis kejadian, Pelaku mangajak korban masuk kedalam kamar hotel memaksa korban membuka baju. pelaku memasukan kemaluannya ke kelamin korban.

"Kejadian tersebut di lakukan oleh pelaku secara berulang - ulang hingga terakhir 3 Mei 2016," katanya.

Hengky memiliki istri dan anak, bekerja sebagai buruh bangunan. Tersangka berhasil ditangkap di rumah mertuanya, di salah satu rumah di Kelurahan Rawasari, Alam Barajo. Waktu saat ditangkap, disaksikan istri pelaku dan beberapa orang anaknya.

Selain mengamankan tersangka, polisi ikut mengamankan beberapa barang bukti seperti pakaian dalam korban, keterangan saksi dan hasil visum.

Dikatakan, orang tua Melati, R awalnya tak menyangka perbuatan dilakukan saudara angkatnya tersebut. Selama ini, Ia dan ibu mertua terlapor sudah kenal cukup lama menganggapnya sudah seperti saudara. Anaknya dititipkan dirumah itu untuk disekolah didekat sana. Kasus ini terungkap pada Mei ini, keluarga korban datang menemui korban merasa curiga terhadap tingkah laku anaknya kerap mengurungkan diri ketika ditanyakan.

Ceritanya, di tempat kamar hotel di Sephia di Kota Baru korban pertama kali digauli dipaksa berhubungan intim. Selanjutnya, korban digauli sebanyak enam kali, empat kali di hotel dan dua kali di rumah terlapor. Setiap diajak hubungan intim korban selalu diancam.

Modusnya, tersangka mengantar korban ke sekolah. Namun tidak sampai ke sekolah, pelaku malah mengajaknya masuk ke hotel. Sebelumnya, Korban diminta untuk menukarkan pakaian sekolahnya di mesjid.

"Awalnya (melati) tidak mau ngakui. Kalau ditanyakan dia marah dan menangis," akuinya.

Setelah beberapa hari di bujuk untuk menceritakan sedang apa yang terjadi, akhirnya ia mau menceritakan ke kakak perempuan korban.

"Tersangka merupakan menantu dari orangtua angkat saya, Sedangkan saya sering berada di luar Jambi untuk bekerja," sebutnya.

Guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolresta Jambi.

(Ramadhani)

#News1


kenali.co