Soal 500 Hektar SawahTerancam Gagal Panen, Ini Penyebabnya

Soal 500 Hektar SawahTerancam Gagal Panen, Ini Penyebabnya

Senin, 25 April 2016 - 17:48:26 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 549

Kenali.co, KUALA TUNGKAL  -  Pihak Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Tanjung Jbung Barat menyebutkan jika penyebab ancaman gagal panen ratusan hektar padi di Kecamatan Senyerang, bukan karena serangan hama melainkan dikarenakan penyakit.

Dimana timbulnya penyakit yang disebut petani sebagai penyakit Blas Malay atau penyakit cekek leher atau potong leher. Dan ini disebabkan oleh jamur‎, bakteri atau virus.

Dikatakan Zainuddin Kadistan Tanjab Barat, bahwa serangan jamur tanaman seperti ini sudah lama ada. Seiring berjalannya waktu, ternyata penyakit ini mampu mematahkan ketahanan tanaman padi.

"Beberapa varietas padi kita sudah patah ketahannya. Dan ini tidak hanya terjadi di wilayah kita saja. Bahkan sampai ke wilayah Pantura.," ungkap Zainuddin sembari mengaku sudah menyalurkan bantuan petisida kepada petani.

Meski adanya serangan penyakit potong leher terhadap tanaman padi ini, Zainuddin menyebutkan bahwa tidak semua sawah petani yang terpah penyakit tersebut. Hanya beberapa petak saja yang diserang. Dan itu juga terjadi di beberapa petak sawah di Kecamatan Batang Asam.

Dia mengutarakan beberapa paktor ‎ yang menjadi penyebab timbulnya penyakit tersebut. Satu adalah masalah varietas dan kedua masalah iklim atau cuaca. Yang mana tingginya tingkat kelembaban akibat intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab merebaknya penyakit itu.

"Selama ini kan, petani selalu menggunakan benih yang monoton. Padahal kita sudah menyarankan kepada petani untuk segera mengganti varitas benih padi yang ditanamm,"paparnya.

Dia menambahkan, saat ini pihak Distan sudah melakukan pencegahan menyebarnya penyakit tersebut ke tanaman lain.

"Penyakit itu tidak bisa disembuhkan. Makanya kita cuma melakukan pencegahan saja.," akunya.

Seperti diwartakan sebelumnya, disebutkan bahwa sawah petani di Desa Kepayang Kecamatan Senyerang terancam gagal panen. Pasalnya, tanaman padi banyak yang rusak akibat terserang penyakit. Informasi yang dirangkum, ada sekitar 500 Hektar sawah  yang dikelola enam kelompok tani. Para petani merasa was was akan terjadi kegagalan panen.

"Di tahun ini kemungkinan besar sawah kita terancam gagal panen," kata salah seorang petani.

(son)

#News1


kenali.co