Gubernur Dorong Candi Muaro Jambi Jadi Warisan Dunia
Candi Muaro Jambi Jadi Warisan Dunia

Gubernur Dorong Candi Muaro Jambi Jadi Warisan Dunia

Kamis, 10 Maret 2016 - 22:16:15 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 807

Kenali.co,  Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli mendorong agar Candi Muarojambi bisa menjadi warisan budaya dunia sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke provinsi itu di masa mendatang.

"Kita berharap keberadaan Candi Muarojambi sebagai kebanggaan kita ini bisa menjadi salah satu warisan dunia. Kita berharap peluang itu tetap terbuka lebar untuk Candi Muarojambi," katanya di Jambi, Kamis (10/3).

Hal tersebut juga disampaikan Gubernur Zumi Zola Zulkifli dalam pertemuan dengan Tim Lacak Artefak di Provinsi Jambi.

"World heritage untuk Candi Muarojambi itu penting seperti Candi Borobudur sebagai upaya kita meningkatkan kunjungan wisatawan, selain juga perhatian negara-negara luar terhadap peninggalan sejarah itu tinggi sekali," kata gubernur menjelaskan.

"Selama ini kita sekedar tahu ada Candi Muarojambi, tapi tidak ada yang tahu kalau disini banyak cerita di belakang (candi) itu, terutama untuk generasi muda," kata Zumi Zola menambahkan.

Gubernur juga mengatakan, Tim Lacak Artefak dalam jumlah yang besar yang akan menguak sejarah Candi Muarojambi dan sejarah budaya Provinsi Jambi dibantu juga oleh budayawan lokal.

Candi Muarojambi kata Zola bukan hanya punya cerita saja, tapi ternyata candi terluas di Asia Tenggara itu ada kaitannya dengan sejarah di Kabupaten Kerinci dan 'geopark' di Merangin (Jambi).

"Saya minta tolong kepada tim ini untuk bantu itu, supaya kebanggaan Jambi ini menjadi kebanggaan Indonesia dan juga dikenal di tingkat internasional," kata Zola.

"Nanti setelah dapat semua bahan-bahannya dengan pendekatan manual langsung ke lapangan dan juga dengan menggunakan teknologi, Candi Muarojambi akan kita angkat di tingkat nasional dan tidak tertutup kemungkinan internasional guna menarik perhatian peneliti-peneliti ," kata Zola menjelaskan.

Kedatangan Tim Lacak Artefak tersebut adalah untuk menggali lebih dalam dan luas lagi sejarah Candi Muarojambi serta sejarah dan budaya di Provinsi Jambi. Seperti peradaban di sepanjang Sungai Batanghari, Geopark Merangin, budaya di Kerinci dan lainnya.

Tim Lacak Artefak ini terdiri dari berbagai disiplin ilmu, yang pesertanya dari luar Provinsi Jambi. Selain itu didampingi 65 orang mahasiswa jurusan Arkeologi Universitas Jambi, penggiat budaya dari Taman Budaya Jambi dan Sobat Budaya Jambi.

Perwakilan Tim Lacak Artefak dari Arkeolog Universitas Indonesia, Ali Akbar menjelaskan bahwa tujuannya ke daerah ini adalah untuk menemukan kembali atau mencari bukti-bukti peradaban yang ada di Jambi.

"Sebenarnya, Jambi itu sudah dikenal punya peradaban yang tinggi dari zaman dulu, dari zaman prasejarah, salah satunya Candi Muarojambi," katanya.

Tim Lacak Artefak terdiri dari 30 orang dari lintas ilmu, Arkeologi, Biologi, Antropologi dan kalangan kreatif. "Kita akan kemas ulang peradaban-peradaban dan pengetahuan di Jambi, sehingga sampai ke generasi muda nantinya. Penelitiannya kita mulai hari ini hingga besok," kata Ali Akbar.

Ali juga mengatakan pihaknya akan memberikan kesempatan kepada peneliti asing karena ada banyak bukti peradaban dari luar negeri di Jambi, diantaranya keramik Tiongkok, bukti-bukti sejarah dari India, dan bekas-bekas perdagangan dengan Malaysia, Thailand sampai timur.

(Antara)

#News1


kenali.co