Ratusan Pegawai RSUD Jambi Pertanyakan Insentif BPJS

Ratusan Pegawai RSUD Jambi Pertanyakan Insentif BPJS

Minggu, 28 Februari 2016 - 07:33:04 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 446

Kenali.co,  Jambi - Ratusan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Matahher Jambi, Sabtu (27/2), menggelar aksi unjuk rasa mempertanyakan pembagian insentif BPJS di rumah sakit plat merah tersebut.

Ratusan pegawai negeri dan perawat sejak pagi berbaris di depan rumah sakit dengan membentangkan karton dan menolak masuk kerja sebelum adanya pembagian insentif dari BPJS yang jelas dari pihak rumah sakit.

Selama aksi unjuk rasa yang berlangsung, sejumlah ruang perawatan terpaksa dijaga oleh sejumlah pegawai honor yang juga dibantu tenaga mahasiswa kesehatan yang sedang praktek kerja lapangan.

Salah satu perawat rumah sakit yang sedang berunjuk rasa meneriakan bahwa pembagian insentif BPJS tidak adil. Dimana dalam pembagian insentif tersebut tidak sebanding.

"Pembagian insentif ini tidak adil, coba bayangkan kami sebagai perawat hanya mendapat insentif Rp40.000, sementara dokter bisa sampai Rp40 juta," katanya.

Pencairan uang tiap bulan yang mereka terima masih sangat rendah, sebab itu ratusan pengunjuk rasa menuntut uang jasa atau insentif BPJS yang diberikan segera dinaikkan.

Selain itu, sejumlah pegawai honorer di rumah sakit milik pemerintah tersebut juga menuntut supaya gaji mereka segera diberikan, karena mereka sudah dua bulan belum menerima.

"Kami juga menuntut supaya pihak rumah sakit membayarkan gaji kami dari bulan Januari-Februari, karena ini untuk kesejahteraan kami," kata seorang pegawai honorer.

Menanggapi aksi pegawai rumah sakit, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Raden Mattaher, Andi Pada mengatakan, aksi yang dilakukan pegawai karena mereka menilai uang jasa tersebut sangat minim.

Sebab itu pihaknya bersama tim jasa dari BPJS akan segera meninjau ulang supaya para pegawai bisa mendapatkan uang jasa yang layak.

"Pembagian uang jasa ini sebelumnya telah dilakukan pembahasan dan disusun melalui formulasi oleh tim jasa. Bukannya gampang menetapkan berapa berapa uang jasa yang diberikan kepada pegawai, karena melalui proses yang panjang dan kami sempat melakukan studi banding," kata Andi Pada usai melakukan mediasi dengan sejumlah pegawainya.

Andi mengaku bahwa pembagian uang jasa ini meliputi beberapa point, yakni kompetensi kinerja, tanggung jawab dan berapa jumlah pasien yang ditangani setiap bulanya.

"Intinya kita ingin pembagian ini bisa adil dam tanpa ada dirugikan. Namun kami memberikan itu sesuai dengan pertimbangan dan poin-poin yang ditetapkan seperti berapa jumlah pasien yang di urus dan klaim dari BPJS setiap bulanya," katanya menjelaskan.

Dia juga mengaku bahwa pemberlakuan uang jasa ini diterapkan sejak Januari 2015 lalu. Meskipun tidak begitu lama, namun pihaknya akan berusaha melakukan evaluasi terkait perbaikan pembagian uang jasa tiap bulan yang sebelumnya dilihat dari kompetensi penilaian.

"Dokter dengan pegawai kan tugasnya berbeda, mereka sudah profesional dan ahli. Maka dari itu, poin kompetensi mereka berbeda, tapi tidak sedikit mereka ada juga yang menerima Rp40 ribu per bulan," katanya menambahkan.

(Antara)

#News1


kenali.co