Kenali Gerhana Matahari Total 2016, Yuk!!
Gerhana Matahari Total (GMT) 2016. Sumber foto: ahtechno.com
Sebagian Kota di Jambi Alami Gerhana Matahari Total

Kenali Gerhana Matahari Total 2016, Yuk!!

Jumat, 26 Februari 2016 - 04:41:07 WIB
0 | Kategori: Apa Itu? |Dibaca: 961

Kenali.co, Gerhana Matahari Total (GMT) merupakan sebuah fenomena langka yang tidak hanya ditunggu-tunggu oleh para ilmuwan, tapi juga masyarakat di seluruh dunia. Fenomena ini tidak terjadi setahun sekali, tapi belasan atau bahkan ratusan tahun lagi baru akan terlihat, sehingga tak heran jika banyak orang yang kini bersiap-siap menyambut datangnya Gerhana Matahari Total yang akan terlihat pada 9 Maret 2016.

 

Pengertian Gerhana Matahari Total

Gerhana total terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari. (Wikipedia)

 

Gerhana Matahari Total 2016

Pada 9 Maret 2016, sebagian besar Pasifik, meliputi Indonesia, Malaysia, dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara dan benua Australia akan dapat menyaksikan gerhana matahari parsial. Gerhana matahari total dianggap sebagai salah satu fenomena alam paling mengesankan yang terjadi di Bumi. Di Timur Samudera Pasifik, gerhana matahari total akan terjadi selama lebih dari 4 menit. Sedangkan, garis kuning menunjukkan daerah dengan gerhana matahari parsial

Sebagian besar India dan Nepal akan mengalami gerhana matahari parsial. Sementara itu, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini akan dapat menyaksikan lebih dari 50% gerhana parsial. Sedangkan Kamboja, Myanmar, Vietnam dan Thailand akan melihat sekitar 50% gerhana matahari parsial. Sementara Australia, China, Jepang dan Alaska akan mendapatkan kurang dari 50% gerhana parsial.

 

Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Ketika gerhana Matahari sedang berlangsung, umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana (salat khusuf).

 

Suasana Gerhana Matahari Total

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin mengatakan gerhana matahari total suasana di daerah yang terlintasi akan seperti malam purnama.

Dia menjelaskan bahwa gerhana matahari bisa disaksikan namun para pengamat harus menghindar saat matahari keluar kembali dari bayangan bulan karena bisa menghasilkan cahaya yang kuat.

"Jangan keasyikan saja saat cahaya matahari tersibak kembali karena cahayanya menyilaukan," katanya yang dikutip dari laman Antaranews.

 

Bahaya Gerhana Matahari Total

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari Matahari), bahkan hanya dalam beberapa detik, dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan.

Mengamati gerhana Matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata. Karena cepatnya peredaran Bumi mengitari matahari, gerhana matahari tak mungkin berlangsung lebih dari 7 menit dan 58 detik jadi jika ingin melihatnya lakukan sesegera mungkin.

 

Sebagian Kota di Jambi Alami Gerhana Matahari Total

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Thaha mengungkapkan bahwa Gerhana Matahari Total akan terlihat di sebagian besar kota-kota di Provinsi Jambi pada 9 Maret mendatang.

Kasi Data dan Informasi BMKG Jambi, Kurnia Ningsih di Jambi Kamis (25/2), mengatakan, Gerhana Matahari Total (GMT) dapat teramati dari Jambi dan sebagian besar kota-kota di provinsi ini akan mengalami gerhana matahari dengan magnitudo terentang antara 0,954 di Kuala Tungkal hingga 0,993 di Bangko.

Kota Singkut dan Sarolangun merupakan kota yang terlewati jalur totallitas dengan magnitudo gerhana sebesar 1,007 dengan durasi totalitas di kota adalah satu menit 38,1 detik.

Kontak pertama Gerhana Matahari Total terjadi hampir di seluruh kota di Jambi, namun di Siulak dan Sungai Penuh data kontak pertamanya tidak ditampilkan karena matahari masih belum terbit di kota tersebut.

Pada saat matahari terbit, gerhana sudah berlangsung meskipun belum mencapai puncaknya. Kontak kedua dan ketiga dapat teramati di Singkut dan Sarolangun. Sedangkan di kota lainnya data tersebut tidak tampil dikarenakan gerhana yang teramati adalah gerhana matahari sebagian.

Secara umum, gerhana di Jambi akan dimulai pada pukul 06,21 WIB, puncak gerhana terjadi pada pukul 07.22 WIB dan gerhana akan berakhir pada pukul 08.29 WIB. Durasi gerhana yang teramati di Jambi rata-rata adalah dua jam delapan menit dengan durasi paling lama terjadi gerhana adalah di kota Muara Sabak yaitu dua jam 10 menit.

Namun dalam realiasinya durasi gerhana yang akan teramati di Siulak dan Sungai Penuh akan kurang dari waktu tersebut. Hal ini mengingat waktu kontak awal gerhana terjadi sebelum matahari terbit di kedua kota tersebut.

(Asyhadi)

#News1


kenali.co