Butuh Bantuan, Suparti Mengidap Kanker Payudara
Suparti Penderita Kanker Payudara

Butuh Bantuan, Suparti Mengidap Kanker Payudara

Senin, 22 Februari 2016 - 20:35:33 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 718

Kenali.co,JAMBI- Suparti (50) warga RT 06 Kelurahan Kasang Pudak Kecamatan Kumpe ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Salah satu dari warga miskin yang diagnosa dokter mengidap Kanker Payudara, kini hanya bisa terbaring lemah.

Suparti yang dulunya merupakan pekerja buruh di salah satu pabrik pembuatan kasur, dikawasan Kasang Pudak baru mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit kanker ganas tersebut pada Mei 2015 lalu.

Penyakit yang diderita Suparti selama kurun waktu satu tahun tersebut, membuat ia tidak bisa berbuat apa-apa, kini ia hanya bisa terbaring lemah tak berdaya, badannya semakin hari semakin mengurus, suara yang dimilikinya tak lagi bisa terdengar.

Selimut lusuh yang kini menutupi seluruh tubuh kurus Suparti hanya buat dirinya semakin kelihatan tak berdaya, ia hanya bisa tertidur dilantai semen beralasan kasur. Dikediaman rumah sempit dan sederhana.

Kakinya yang juga ikut melumpuh pun juga tak bisa ia gerakan, rambutnya yang semakin hari semakin menipis membuat keadaan Suparti sungguh sangat memprihatinkan.

Sakit, sakit hanya kata-kata itulah yang mampu diucapkan dari mulut Suparti yang juga merupakan janda 4 orang anak tersebut kepada kenali.co.

Diceritakan oleh salah satu anaknya bernama Fitri (26) awalnya penyakit yang di derita ibunya berawal dari pinggang ibunua yang selalu sering sakit. "Namun sakit itu tidak dihiraukan ibu," ucap Fitri, sambil mengusap kedua kening ibunya yang sedang terbaring lemah dikediaman rumahnya," Minggu (21/2/2016)

Diungkapkan Fitri kembali, selain sakit pinggang yang dirasakan oleh ibunya, Kedua payudara ibu Fitri pun mulai terasa berbeda, payudara semakin hari semakin mengencang, "Kata ibu waktu itu payudara lecet. Lalu saya bawa ibu kepuskesmas,"terang anak kedua Suparti tersebut.

Dalam perawatan selama dipuskesmas penyakit Suparti bukanlah semakin membaik, malah semakin hari semakin memburuk, hingga perawat di puskesmas pun memberikan rujukan untuk kepihak Rumah Sakit Arafah Jambi.

"Disana (Rs. Arafah) dokter menyebutkan jika ibu saya terkena gejala kanker payudara,"ungkap Fitri dengan meneteskan airmatanya.

Selama diagnosa kanker tersebut tak banyak yang bisa ia harapkan. Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang ia punya tidak mampu untuk memberikan kesembuhan yang penuh oleh pihak rumah sakit.

"Dengan kartu Jamkesmas itu lah ibu diobati, cuman perawatan yang didapatkan tidak membuat ibu semakin membaik,"ujarnya.

"Ibu hanya dilakukan dokter kemoterapy saja selama 6 bulan, dan diberikan obat-obatan dengan dosis tinggi, yang membuat keadaan ibu bukan semakin membaik malah semakin buruk dan semakin parah,"lanjut Fitri dengan rasa sedih melihat kondisi tubuh ibu tercintanya kini.

Selama kurun waktu hampir satu tahun lamanya, penyakit Suparti, semakin terlihat buruk, kakinya kini lumpuh tak bisa berjalan, tubuhnya kurus dan tak bisa berbicara dengan jelas.

Operasi yang diharapkan terhadap Suparti, tidak kunjung terlaksana, ada saja alasan yang diberikan pihak rumah sakit terhadap anak-anak Suparti yang ingin mengobatinya.

Dana biaya operasi yang semakin mahal menjadi beban terhadap beberapa anak-anak Suparti, yang hanya menjadi pekerja buruh bangunan dan buruh cuci.

Tak banyak yang bisa dilakukan anak-anknya Suparti kini, untuk biaya hidup sehari-hari pun sudah sangat sulit apalagi untuk membiayai uang operasi yang sangat mahal terhadap kesehatan ibunya.

Sesekali air mata selalu menetes dimata Fitri ketika selalu melihat kondisi ibunya kini, hanya doa dan harapan yang bisa kini ia lakukan. Kondisi tubuh Fitri pun juga tak sesempurna wanita-wanita lain pada umumnya, mata sebagian kirinya pun juga dalam keadaan sedikit cacat.

Ia hanya bisa berharap agar Pemerintah setempat bisa sedikit peduli dan perihatin terhadap kesehatan ibu kandungnya, agar bisa dirawat dengan baik dan operasi penyakit ganas ibunya bisa cepat dilakukan.

"Mohon kepada bapak Gubernur Zumi Zola, tolong perhatikan kesehatan mamak saya, saya warga miskin yang butuh kesehatan yang layak untuk kesembuhan ibu saya. Mohon pak gubernur,"pinta Fitri sambil memohon dan meneteskan airmatanya.

#News1


kenali.co