Besok, DKPP Putuskan Nasib Asnawi
Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi
Asnawi : “Kita berharap bukti dan saksi jadi pertimbangan DKPP

Besok, DKPP Putuskan Nasib Asnawi

Selasa, 14 November 2017 - 18:30:19 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 61

Kenali.co, JAMBI-Sidang putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI terkait laporan dianulirnya Mahpud sebagai calon Panwas Batanghari terpilih akan disampaikan besok Rabu (15/11/2017).

Disini dijadwalkan pada Rabu (15/11/2017) pukul 13.00 wib, majelis hakim DKPP RI akan membacakan putusan terkait perkara nomor 120/DKPP-PKE-VI/2017 dengan pokok perkara pembatalan Mahpud selaku pengadu.

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi mengatakan, pihaknya sudah menghadirkan semua saksi dan bukti terkait keterlibatan pengadu dalam kepengurusan partai politik.

“Kita telah menghadirkan semua saksi dan alat bukti terkait keterlibatan pengadu dalam ke pengurusan parpol,” katanya.

Asnawi melanjutkan, ia meyakini majelis hakim DKPP RI akan memutuskan kasus ini sesuai fakta di persidangan, dimana pengadu Mahpud benar merupakan pengurus parpol DPC Demokrat Batanghari.

"Dari keterangan semua saksi lalu, sudah jelas jika nama yang di SK parpol benar Mahpud selaku pengadu. Kita berharap bukti dan saksi tersebut menjadi pertimbangan majelis DKPP,” bebernya.

Asnawi mengaku optimis gugatan yang dilayangkan Mahpud akan ditolak majelis hakim DKPP RI.

"Kita juga optimis majelis menolak gugatan pengadu dan merehabilitasi nama baik Bawaslu Jambi," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh saksi sudah dihadirkan oleh Teradu yakni ketua Bawaslu Provinsi Jambi Asnawi. Tiga saksi dari Pengurus Partai Demokrat Kabupaten Batanghari, Robert Panggabean, Joni Budiman, dan Hikmarudin.

Dua saksi dari teman sekolah Pengadu semasa SMP dan SMA; Shinta Damayanti dan Rica Natalisha.  Husaini seorang jurnalis, dan Andri Hariri, aktivis mahasiswa. Sementara saksi yang dihadirkan oleh Pengadu, Fadlan Helmi, pengurus Partai Demokrat.

Tujuh saksi yang dihadirkan Teradu menyatakan bahwa Mahfud yang dimaksud adalah Mahpud yang kini jadi Pengadu. Disisi lain, Mahpud tetap membantah semua kesaksian ke tujuh saksi tersebut.

(Fay)

#News1


kenali.co