Sejak 2014, 30 Perusahaan Telah Berinvestasi di Kota Jambi
f.ali

Sejak 2014, 30 Perusahaan Telah Berinvestasi di Kota Jambi

Kamis, 09 November 2017 - 21:49:02 WIB
0 | Kategori: Ekonomi |Dibaca: 97

Kenali.co, JAMBI- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi mencatat sepanjang tahun 2014 hingga akhir Agustus 2017 ini ada sebanyak 30 perusahaan yang melakukan investasi di Kota Jambi. Dari jumlah itu, nilai investasi yang di tanamkan mencapai triliunan rupiah.

Sekretaris DPMPTSP Kota Jambi, Muhtar mengatakan bahwa di tahun 2014 lalu, ada lima perusahaan yang berinvestasi di Kota Jambi dengan nilai investasi sebesar Rp978,9 miliar. Di tahun 2015, ada sebanyak 8 perusahaan dengan total investasi mencapai Rp552,8 miliar. Tahun 2016, sebanyak 11 perusahaan berinvestasi di Kota Jambi dengan nilai Rp320 miliar. Untuk tahun 2017 hingga Agustus ini, sudah ada 6 perusahaan yang akan berinvestasi di Kota Jambi dengan nilai investasi mencapai Rp553,3 miliar.

"Yang terbesar itu ada PT Rajato Transmitra Sentosa (Transmart) yang rencananya akan berinvestasi sebesar Rp454 miliar," kata Muhtar, Kamis (9/11/2017).

Sementara yang lainnya adalah PT Ceria Karya Utama yang bergerak dibidang transportasi darat. Perusahaan ini mengajukan perluasan penanaman modal sebanyak 50 unit taksi dengan total investasi sebesar Rp7,8 miliar. "Sebelumnya sudah masuk tahun 2014. Tapi jumlah taksinya waktu itu 30 unit. Ini nambah lagi," katanya.

Untuk perusahaan lainnya yang akan berinvestasi tahun 2017 di Kota Jambi adalah Yudi Limardi (perseorangan) yang bergerak dibidang Supermarket dengan nilai investasi sebesar Rp3 miliar. Selain itu PT Mekar Darma Medika (rumah sakit) dengan nilai investasi sebesar Rp41,6 miliar, Yayasan Bunda Nusantara Jambi (rumah sakit) dengan investasi sebesar Rp3 miliar, dan PT Indomarco Prismatama (Minimarket) dengan nilai investasi sebesar Rp43,9 miliar.

Dikatakan Muhtar, untuk Transmart, saat ini sudah memasuki tahapan ekspouse. Dimana nantinya akan dibangun di lapangan Honda Square yang berada di Thehok Jambi.

Muchtar menambahkan  bahwa pihaknya  akan terus melakukan sosialisasi dan jemput bola terhadap  pengusaha-pengusaha yang bergerak di bidang perumahan  minimarket  maupun usaha lainnya untuk segera mengurus izin prinsip  penanaman modal.  Sehingga dengan adanya hal tersebut, ia optimis investasi tahun 2017 di kota Jambi dapat mencapai Rp1 triliun lebih.

"Tahun 2017 kan belum berakhir, jafi kita tetap optimis. Kalau dilihat dari potensinya memang lebih makanya kita harap para pengusaha bisa segera mengurus izin prinsip penanaman modal," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Junedi menyebutkan bahwa pemerintah harus mulai mengkaji sebaran pusat perbelanjaan di Kota Jambi agar tidak memusat di satu titik. Sebab, Kota Jambi merupakan etalase dari Pemerintah Provinsi Jambi, tidak di pungkiri jika banyak masyarakat dari luar daerah yang berdatangan. Jangan sampai nantinya menimbulkan masalah seperti kemacetan ataupun masalah lingkungan. Selain itu, dirinya mengatakan bahwa dengan jumlah pusat perbelanjaan yang ada, apakah sudah perlu di moratorium atau tidak.

Dia menambahkan, pemerintah juga harus berpikir untuk melengkapi segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh investor. "Jangan sampai batal gara-gara infrastruktur kita tidak lengkap," pungkasnya.

(Ali)

#News1


kenali.co