Ratusan Sopir Angkot Demo di Depan Kantor Walikota
F.ali

Ratusan Sopir Angkot Demo di Depan Kantor Walikota

Rabu, 08 November 2017 - 21:05:15 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 104

Kenali.co, JAMBI- Ratusan sopir angkot di Kota Jambi menggeruduk kantor Wali Kota Jambi Rabu, (8/11/2017). Mereka mogok narik penumpang, karena seluruh supir angkot yang ada di kota Jambi  menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Walikota Jambi. sebelum melakukan orasi angkot-angkot ini terlebih dahulu melakukan sweeping terhadap angkot yang masih menarik penumpang pada waktu itu hingga akhirnya mereka dikawal polisi hingga sampai di depan gerbang kantor walikota.

Para sopir angkot ini membawa seluruh angkot yang ada di Kota Jambi, para sopir angkot meminta ketegasan Pemerintah dalam mengatur munculnya transportasi online di Kota Jambi.

Aksi yang dilakukan massa didepan gerbang utama kantor Wali Kota Jambi, sempat memanas, ratusan massa sempat mendorong-dorng pagar Balai Kota, karena lamanya respon dari Pemerintah.

Kemas, Koordinator PO Angkot di Kota Jambi mengatakan, pihaknya menutut Wali Kota bisa merespon keluhan angkot di Kota Jambi. Dengan tumbuh kembangnya zaman, menjamur pula transportasi berbasis online, sehingga berdampak pada pendapatan para sopir angkot.

“Kita minta Pemerintah cek kantor Gocar di Jelutung. Jika izinnya salah, maka itu harus disegel,” kata Kemas, Rabu (8/11/2017).

Dengan adanya transportasi online ini, dampaknya sungguh luar biasa. Dulu sopir angkot bisa membawa uang bersih ke rumah Rp 50 ribu, namun saat ini, untuk mengantongi Rp30 ribu saja sudah sulit. “Sekarang Rp30 sehari, itupun kalau dapat,” imbuhnya.

Padahal sebut dia, pihaknya sudah taat pada aturan, dengan mebayar retribusi dan bayar KIR. Jelas kontribusinya untuk daerah, tapi malah kami diperlakukan seperti ini. 

“Kita minta  Wali Kota bisa memperjuangkan nasib kami. Jika ini kewenangan Pemerintah pusat, maka walikota lah perpanjangan lidah kami,” tuturnya.

Sementara Wali Kota Jambi Sy Fasha saat menerima perwakilan dari pendemo mengatakan, jangan ada yang saling menyalahkan dalam hal ini, namun harus ada kerja sama untuk membendung ini. Dinas Perhubungan Kota Jambi sudah membuat regulasi terkait operasionalnya Gojek ataupun angkutan online lainnya di Kota Jambi.

“Ojek online tidak boleh mangkal dipangkalan ojek konvensional, tarifnya harus sama dengan ojek konvensional, mereka sudah tidak lagi dibolehkan menambah anggota. Ini sudah berjalan untuk Ojek online,” kata Fasha.  

Fasha mengaku, sudah banyak mendapat keluhan dengan keberadaan taksi online di Kota Jambi, terutama dari taksi konvensional. Dalam waktu dekat ia mengharapkan bisa mengumpulkan taksi online di Kota Jambi.

“Tarifnya juga harus disesuaikan dengan angkutan umum konvensional. Tapi aturan untuk penetapan tarif dan kuota taksi online ini adalah kewenangan Pemerintah Provinsi,” katanya.

Sebenarnya sebut Fasha, dirinya sudah membuat konsep untuk angkutan massal di Kota Jambi, dengan membuat bus kecil kapasitas 33 penumpang. Angkot nantinya akan dijadikan feeder.

“Saya sudah membuat konsep angkutan massal. Nanti pemilik angkot akan saya kumpulkan. Para pemilik angkot lah yang menyediakan bus,” imbuhnya.

Namun, sebut Fasha, rencana itu sepertinya juga terhambat dengan tumbuhnya transportasi online saat ini.

 (Ali)

#News1


kenali.co