Edi Sebut Situasi Makin Parah, Pedagang Akan Berontak dan Orasi
f.humas

Edi Sebut Situasi Makin Parah, Pedagang Akan Berontak dan Orasi

Rabu, 01 November 2017 - 20:53:18 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 207

Kenali.co, JAMBI- Hingga saat ini, pasar induk yang sejatinya sudah mulai aktif per 30 Oktober 2017, hingga saat ini masih sepi. Belum ada aktivitas sama sekali. Agen dan sub agen yang seharusnya sudah pindah, saat ini masih tetap berada di Pasar Angso Duo.

Menurut Doni Triadi, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi bahwa hingga saat ini pasar induk memang belum ada aktivitas sama sekali. Agen dan sub agenpun belum dipindahkan. Menurutnya, Disperindag Kota Jambi masih menunggu perkembangan selanjutnya. Apakah agen dan sub agen tetap bertahan di pasar Angso Duo, atau pindah ke pasar Induk.

“Kita lihat dulu perkembangan ke depan seperti apa. Keinginan pedagang apakah maunya disana atau dimana. Saat ini kita pending dululah. Kita sama sama memahami dan menjalani peraturan serta instruksi Pak Gubernur yang harus diikuti,” ujarnya.

Doni mengaku banyak Agen dan Sub agen bertanya tentang nasib mereka ke depannya. Apakah harus berjualan di pasar Angso Duo atau di pasar Induk. Pasalnya saat ini kondisi di pasar Angso Duo juga belum siap sepenuhnya dan mereka hanya berjualan di luar kios.

“Banyak yang nanya dan merekapun merasa bingung. Namun saya katakan bahwa saya tidak bisa memberi komentar apapun karena ini sudah menjadi kebijakan,” katanya.

Dijelaskan Doni bahwa pembangunan pasar Induk sudah lama dilaksanakan bahkan di zaman Walikota sebelum Sy Fasha. Perencanaannya pun sudah dilaksanakan bahkan sejak 1998 lalu.

“Itu sudah ada RTRW nya. Sebenarnya pembangunan pasar induk itukan salah satu jalan keluar untuk mengatasi pasar agar tidak kumuh dan macet. Juga untuk mendukung Perwal tentang pelarangan truk yang bertonase besar masuk ke kawasan Kota agar tidak merusak jalan dalam kota Jambi,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Keadilan Masyarakat Peduli Indonesia yang juga merupakan toke ayam, Edi mengatakan bahwa situasi saat ini semakin parah. Hal ini disebabkan tempat yang dijanjikan oleh pemerintah di Angso Duo tidak seutuhnya ada. Bahkan ada indikasi tumpang tindih.

"Untuk sementara waktu kami ditumpangi, menjelang bangunannya jadi. Ini kan justru membuat semakin kacau," kata Edi.

Dirinya mengatakan bahwa sampai saat ini  masih tidak berjualan atau mogok. Selain sebagai bentuk protes, belum berjualan para pedagang dan agen ini semata-mata juga karena tempat yang tidak ada.

"Kami bersama dengan rekan-rekan akan berontak dan melakukan orasi. Kapan waktunya masih kami bicarakan," tambahnya.

(Ali)

#News1


kenali.co