Segera Registrasi Kartu SIM Prabayar Anda Jika tak Mau Kena Sanksi
SIM Prabayar

Segera Registrasi Kartu SIM Prabayar Anda Jika tak Mau Kena Sanksi

Kamis, 12 Oktober 2017 - 09:33:21 WIB
0 | Kategori: Smart Tech |Dibaca: 936

Kenali.co, Punya banyak nomor telepon mungkin bukan sebuah hal aneh lagi di negara ini.  Satu orang pengguna handphone bisa memiliki dua atau tiga bahkan empat nomor telpon yang berbeda. Hal ini bisa terjadi karena mudahnya orang untuk membeli dan memiliki nomor SIM prabayar tanpa harus ada persyaratan tertentu. 

Prilaku di atas sepertinya tak lagi bisa diteruskan, karena pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mewajibkan pelanggan telekomunikasi untuk mendaftarkan atau registrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di KTP dan nomor kartu keluarga (KK) dalam nomor prabayar yang digunakan.

Jika masih ada pelanggan yang tiad meregistrasi SIM prabayarnya, maka akan terkena sanksi baik untuk pelanggan maupun operator seluler itu sendiri.

Apa sanksi yang dikenakan? Sanksi yang akan dikenakan sesuai dengan Pasal 22 (Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 tahun 2017). Isinya berupa sanksi administrasi sampai pencabutan izin bagi operator," kata Menkominfo Rudiantara.

Selain sanksi tadi pelanggan yang tidak meregistrasi kartu SIM prabayarnya maka nomornya tidak akan aktif sebagaimana yang disebutkan Menkominfo Rudiantara  "Kalau tidak registrasi, calon pelanggan tidak bisa mengaktifkan kartu perdana dan nomor pelanggan lama akan diblokir secara bertahap," imbuhnya.

Baca Juga : Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Perdana Prabayar masing – masing Operator

Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara mengumumkan bahwa pelanggan seluler, baik baru maupun lama, mesti registrasi NIK dan nomor KK miliknya. NIK dan nomor KK tersebut selanjutnya akan diverifikasi kebenarannya berdasarkan database kependudukan milik Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri.

Dirjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrullah juga mengatakan "Operator kami beri password untuk bisa mengakses dan mencocokkan data dengan kecepatan hingga 1 juta NIK per hari. Kalau sekarang dari enam operator rata-rata sudah mengakses 170.000 NIK per hari."

"Kami jamin operator hanya bisa melihat data saja, tidak mengubahnya. Karena akses yang diberikan kan berbeda. Data yang bisa dilihat nanti verifikasi NIK, nomor KK, nama, tempat tanggal lahir, serta alamat. Jadinya masing-masing nomor seluler, akan langsung terhubung ke NIK. Bisa diketahui data pemiliknya," tambahnya.

Ketentuan ini mulai berlaku per tanggal 31 Oktober 2017 untuk pelanggan SIM prabayar yang baru Kewajiban mendaftarkan NIK dan nomor Sedangkan pengguna lama baru diwajibkan untuk registrasi ulang setelahnya, di sekitar Februari 2018.

Penulis : M. Nurul Iman
sumber foto : Pixabay.com

#News1


kenali.co