Masalah Jangan Dipendam Sendiri, Ini Alasan Pentingnya Curhat!
Ilustrasi. Foto: fixabay.com

Masalah Jangan Dipendam Sendiri, Ini Alasan Pentingnya Curhat!

Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:34:19 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 76

Kenali.co, Berbagai permasalahan di era modern saat ini seringkali membuat masyarakat stres hingga depresi. Tak hanya orang dewasa, stres bisa juga dihadapi anak-anak dan remaja.

Dalam momentum Hari Kesehatan Nasional beberapa bulan lalu, ajakan untuk bercerita atau berbagi (sharing) menjadi relevan untuk dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi tingkat stres yang dihadapi. Hal itu agar stres tak berujung pada masalah kejiwaan.

Tema ini juga masih relevan diangkat menjadi momentum dalam Hari Kesehatan Jiwa yang diperingati setiap 10 Oktober. Jangan ada lagi kasus-kasus seseorang nekat lompat dari apartemen atau menghabisi nyawanya dengan bunuh diri, hanya karena tak ada tempat curhat.

Dilansir dari Jambione, Sehat jiwa tentu akan mendukung kesehatan fisik pula. Era media sosial saat ini bahkan membuat seseorang lebih sedikit berinteraksi sosial dan lebih suka curhat pada dunia maya.

“Banyak kasus bunuh diri, seseorang mengalami depresi, tak punya harapan, pilihannya bunuh diri menjadi kasus yang banyak terjadi. Padahal cara paling mudah, ayo curhat. Let’s Talk. Curhatlah pada seseorang yang dekat dan dipercaya,” tegas Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Bogor.

Budi, profesor yang sudah berkarir di rumah sakit selama 40 tahun itu mengungkapkan, era teknologi informasi membuat masyarakat dan dunia sosialnya semakin renggang.

Bahkan antarteman untuk berkomunikasi berdekatan saja dilakukan melalui media sosial atau aplikasi. Padahal pertemuan tatap muka jauh lebih membantu untuk membuat seseorang berinteraksi.

“Media sosial membuat tatap muka dengan sosial berkurang, tak ada lagi teman curhat atau sahabat. Kondisi tiap orang kini makin sibuk dengan gadget. Dalam momentum Hari Kesehatan Jiwa generasi sekarang harus dibiasakan bercerita,” ujar Budi.

Budi mencontohkan cara-cara sederhana dari nenek kepada cucunya atau dari orang tua kepada anaknya, cukup dengan meminta anak-anak bercerita usai pulang sekolah.

Sehingga saat anak nyaman pulang ke rumah, bertatap muka bercerita dengan orang tua, maka anak akan menganggap rumah tempat yang nyaman.

“Suruh anak dan cucu kita untuk membaca, dan telling story, bercerita. Pulang dari sekolah apa hal yang menyenangkan. Jangan sekadar suruh kerjakan PR, tetapi minta mereka ceritakan apa yang sudah dialami di sekolah, sehingga orang tua dianggap sebagai sahabat,’ kata Budi.

Lalu sejak kapan seseorang harus diajarkan bercerita? Budi menjelaskan hal itu harus dilakukan sejak dini bahkan sejak dalam kandungan.

Budi mengungkapkan dalam kaitannya dengan Hari Kesehatan Jiwa, tentu hal itu akan dipengaruhi dengan perkembangan psikologis dan tumbuh kembang serta pola asuh terhadap anak.

“Karena itu, tak ada orang lahir dengan gangguan jiwa. Semuanya ada kaitannya dengan perkembangan psikologis dan perkembangan sosial. Bagaimana anak belajar duduk, berdiri, berjalan. Lalu pola asuh atau pola didik orang tua justru memarahi bukan mensupport, hal itu mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang,” tegas Budi.(*)

#News1


kenali.co