Konflik di Tempat Kerja Bikin Sakit Jiwa? Kenali Gejalanya
ilustrasi. foto:pixabay.com

Konflik di Tempat Kerja Bikin Sakit Jiwa? Kenali Gejalanya

Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:25:17 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 126

Kenali.co, Tema besar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun ini menyoroti berbagai permasalahan kesehatan jiwa di tempat kerja. Ternyata, banyaknya tekanan dan pengaruh lingkungan sosial di tempat kerja, bisa juga mempengaruhi kesehatan jiwa.

Dalam momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang ditetapkan sejak 10 Oktober 1992, kesehatan jiwa di tempat kerja juga bisa menentukan seseorang nyaman atau tidak.

Dilansir dari Jambione, Berbagai tekanan yang sering muncul di tempat kerja di antaranya sikut-sikutan dengan teman kantor, atasan, persaingan prestasi, deadline tugas, masalah gaji, bonus, dan lainnya. Berbagai masalah itu disebut dengan istilah stressor atau pemicu.

“Dapat tekanan ada teman yang membully, gosip, itu semua disebut stressor yang membuat kondisi-kondisi tak nyaman di tempat kerja. Sehingga kalau tak nyaman, mula-mula muncul stres meskipun itu masih normal,” kata Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor.

Budi menambahkan, sejauh seseorang bisa mengatasinya, maka hal itu dikatakan masih normal. Namun jika sudah tak enak makan, tak bisa tidur, cemas, tak bisa konsentrasi, bahkan malas datang ke kantor, bisa jadi itu tanda-tanda depresi.

“Mulai banyak alasan yang dibikin untuk enggak ke kantor, malas, sedih. Itu tanda-tanda depresi,” jelasnya.

Jika sudah demikian, haruskah pindah kerja?. Budi menegaskan pindah kerja bukan solusi atau akhir dari masalah. Sebab di mana saja tempat kerja, pasti akan mengalami situasi seperti itu.

“Saya selalu mengatakan jangan pernah pindah kerja, bahkan di tempat kerja yang baru harus adaptasi dengan orang lain. Kalau di tempat yang lama, seseorang sudah tahu teman-temannya. Jadilah pahlawan kesehatan jiwa di tempat kerja,” pintanya.

Menurutnya, gaji besar tentu tak sebanding dengan kenyamanan di tempat kerja. Jika sudah sampai tak bisa tidur atau tak bisa konsentrasi, hal itu tentu harus diselesaikan. Bisa dimulai dengan bercerita pada teman atau curhat.

“Lebih dari dua minggu depresi, maka let’s talk. Cari teman jangan pendam sendiri. Meski begitu, jangan katakan ke teman ‘jangan bilang-bilang ya’. Nanti begitu dia bilang-bilang, malah musuhan juga sama teman itu,” ucapnya.

Seseorang yang juga melakukan gosip terhadap orang lain adalah orang yang tak sehat jiwanya. Sebab Budi menegaskan ciri sehat jiwa adalah selalu berpikir positif.

“Saya selalu berprinsip 982. Artinya, jika ada 98 persen yang tak cocok dari orang itu, carilah 2 persen saja yang disuka. Sehingga jangan lihat negatifnya. Sama halnya dengan suami atau istri, carilah 2 persen kecocokannya. Jika tidak, makanya banyak perceraian,” katanya.(*)

#News1


kenali.co