Hiswana Didemo Warga, Minta Distribusi Elpiji 3 Kilogram Tepat Sasaran
F.ali

Hiswana Didemo Warga, Minta Distribusi Elpiji 3 Kilogram Tepat Sasaran

Senin, 09 Oktober 2017 - 20:42:00 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 310

Kenali.co, JAMBI- Terkait dengan penyaluran gas elpiji 3 kg yang dinilai belum tepat sasaran, Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) bersama dengan masyarakat melakukan demo di depan Kantor Hiswana Migas, Senin, (9/10/2017).

Korlap Aksi, Yoga Prasetya menilai  penyaluran gas elpiji yang di salurkan melalui pangkalan terjadi ketimpangan, dimana terlihat penyebaran pangkalan yang ada tidak berimbang antara daerah satu dan daerah lainnya.

"Miris memang hal ini sampai terjadi dengan daerah ibukota provinsi masih banyak terjadi ketimpangan," katanya.

Menurutnya masyarakat yang berada di wilayah dengan adanya penumpukan pangkalan akan merasa senang namun menjadi penderitaan bagi warga di daerah yang jumlah pangkalan nya sedikit, karena bisa dipastikan terjadi kesulitan untuk mendapatkan gas 3 kg. 

Dirinya menarik kesimpulan bahwa peredaran gas elpiji 3 kg di Kota Jambi tidak merata dan bertolak belakang dengan azas keadilan bagi rakyat dan keamanan bagi konsumen, Untuk itu kami menyatakan beberapa sikap diantaranya meminta agar pemerintah mengkaji ulang tentang regulasi gas 3kg di Kota Jambi.  Pihaknya juga meminta agar HISWANA MIGAS membuka secara terang ke masyarakat distibusi yang di subkan lewat 9 agen dan di salurkan ke pangkalan-pangkalan yang ada. 

"Kami juga meminta pemerintah menutup beberapa pangkalan, atau berikan pengurangan kuota di beberpa wilayah sesuai data yang kami temukan terjadi penumpukan pangkalan gas elpini 3 kilogram," katanya.

Yoga juga meminta agar pemerintah membuat daerah percontohan di salah satu wilayah di Kota Jambi untuk penerapan gas 3 kilogram tepat Sasaran, Lakukan tindakan pro justicia bagi agen dan pangkalan nakal yang membelotkan kuota gas kota jambi ke wilayah lain, serta menarik semua tabung gas elpiji 3kg di Jambi yang tidak sesuai SNI nya.

"Yang terakhir ini masih banyak. Padahal Pertamina sudah mengeluarkan gas elpiji 3 Kilogram tahun 2011. Sekarang  90 persen yang beredar tabung buatan 2007. Padahal seharusnya itu ditarik demi kenyamanan konsumen," katanya.

Sementara Kabid Hukum Hiswana Migas, Zulkifli Somad mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar rapat terkait aksi demo yang dilakukan masyarakat ini pada Rabu, (11/10/2017).

Dirinya mengusulkan agar Pertamina ataupun pemerintah membentuk lembaga pengawas distribusi gas elpiji 3 kilogram ini agar tepat sasaran.

 "Apa yang disampaikan masyarakat ini benar. Banyak rumah makan, maupun bisnis lain yang pakai elpiji 3 kilogram," katanya.

Zulkifli mengatakan bahwa pihaknya akan mengatur distribusi dengan membuat regulasi baru. Ia juga berharap agar kesadaran masyarakat dapat terjalin dengan baik.

 "Kalau gaji kita diatas Rp3 juta janganlah pakai elpiji 3 kilogram. Mungkin bisa pakai 5 kilogram," katanya. 

Ia berharap agar masyarakat dengan kondisi ekonomi mampu agar beralih ke elpiji 5 kilogram. 

"Memang harganya lebih mahal sedikit, tapi kenyamanan masyarakat lebih terjamin," ujarnya.

 (Ali)

#News1


kenali.co