Melihat Keasrian Air Terjun 3 Beradik Desa Kumun Kerinci
F.miko
Bisa Dimanfaatkan sebagai Lokasi Panjat Tebing

Melihat Keasrian Air Terjun 3 Beradik Desa Kumun Kerinci

Selasa, 18 Juli 2017 - 22:10:40 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 437

Kenali.co, SUNGAI PENUH - Air terjun 3 (Tiga) beradik, merupakan air terjun yang berada di Desa Kumun, Kota Sungai Penuh. Diberi nama Air Terjun Tigo Beradik, dikarenakan air terjun tersebut mempunyai 3 tingkatan.

Meski belum tergolong sebagai objek wisata ternama di Provinsi Jambi, namun Air terjun tiga beradik mulai kerap dikunjungi wisatawan. 

Disamping masih terjaganya keasriannya, Air terjun yang berada bukit barisan Kecamatan Kumun Debai kota Sungaipenuh ini juga memiliki daya tarik lainnya. Seperti adanya lokasi panjat tebing yang cukup menantang adrenalin yang ada disetiap tingkatan air terjun.

Adanya 3 tingkatan air terjun juga telah bernama sejak dahulu, di tingkat pertama dinamakan Telun Bungsu, Tingkat Kedua dinamakan Telun Menengah, dan Tingkat ke Tiga dinamakan Telun Tuo. 

Ketinggian air terjun tingkat 1 (satu) kurang lebih sekitar 5 meter, masyarakat biasanya  mempergunakan air terjun tingkat 1 (satu)sebagai tempat pemandian. 

Menurut kepercayaan warga setempat, setelah mandi di Air Terjun 3 Beradik, rasa lelah langsung hilang, dan pikiran menjadi tenang.

Sedangkan untuk air terjun tingkat 2 (dua) memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 30 meter. Bagi para penggiat alam bebas, air terjun tingkat 2 (dua) ini sering dijadikan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan turun tebing menggunakan tali atau biasa disebut Rappelling. 

Dan terakhir untuk air terjun tingkat 3 (tiga) memiliki ketinggian hingga 70 meter. disana terdapat beberapa batu besar berdiameter hingga lebih dari 20 meter, namun track/jalur untuk menuju ke spot ini sangat lah sulit, kita dipaksa untuk menerobos masuk kedalam semak belukar yang menutupi jalur bahkan ada sebagian orang yang memaksa diri mengikuti jalur babi demi untuk mencapai air terjun ke 3 (tiga) tersebut.

Air terjun ini terletak di desa Kumun yang terletak tidak jauh dari terminal lama Kumun. Terdapat Tiga Air Terjun di sana, perjalanan sekitar lebih kurang 10 menit dengan kendaraan dari pusat Kota Sungai Penuh menuju air terjun ini, dan sekitar 20 menit untuk sampai dilokasi air terjun. 

Untuk sampai di lokasi air terjun jalur yang ditempuh ada dua jalur yaitu melewati sisi selatan air terjun dengan menempuh jalan setapak disisi perbukitan  jalannya agak sedikit terjal dan mendaki pengunjung bisa jalan dengan santai sambil menikmati panorama alam perbukitan Kumun yang sejuk.

Jalur kedua pengunjung bisa melewati bagian barat perbukitan yang jalannya agak mendaki dan sedikit memutar, pada jalur sisi barat perbukitan menuju air terjun Tigo Beradik pengunjung dapat menyaksikan pemandangan keindahan alam Kerinci dari perbukitan Kumun, melewati jalur bagian barat pengunjung tidak bisa menikmati air terjun yang tingkat pertama dan kedua karena jalur disisi barat air terjun langsung menuju ke Telun Tuo (air terjun tua).

Untuk menikmati pesona Telun Tigo Beradik Kumun, sebaiknya pengunjung melewati jalur sisi selatan. Karena dijalur tersebut, melewati langsung ketiga tingkatan air terjun.

Hendra, warga Desa Kumun mengatakan, bahwa di air terjun Tigo Beradik Kumun sering juga digunakan sebagai tempat olah raga panjat tebing oleh pencinta olah raga panjat tebing Kota Sungai Penuh, Kerinci pada umumnya dan juga ada yang datang dari luar daerah. 

Dilokasi air terjun Kumun ini lokasi untuk olah raga panjat tebing sangatlah cocok, terutama bagi para pemula karena medan yang dilalui tidaklah terlalu sulit. 

"Selain panjat tebing lokasi air terjun kumun sangat cocok untuk kegiatan lintas alam seperti kegiatan pramuka," ucapnya.

Konon katanya, Telun Tigo Beradik Kumun juga disebut dengan Air terjun purba yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Air terjun tersebut sudah digunakan oleh Raja melayu Jambi untuk beristirahat mandi ketika berkunjung ke Kerinci, Raja Tumenggung Kabul di Bukit ketika melewati dusun Kumun mencari tempat mandi dan beristirahat untuk sholat. 

Beliau kemudian menanyakan kepada masyarakat dimana ada tempat mandi, kemudian diberitahu oleh masyarakat yang ditemui oleh rombongan raja Jambi, lalu masyarakat memberi tahu tempat mandi di kaki bukit Kumun, rombongan raja langsung menuju ke Air Terjun Tigo Beradik dan mandi disana. 

"Untuk mengenang perjalanan raja Jambi tersebut Dusun Kumun bagian Barat yang dilalui oleh Raja Melayu Jambi tersebut kemudian oleh masyarakat menamakan dusun Jalan Raja Kumun sampai sekarang," ujarnya.

Penulis : Miko

(Artikel ini sudah dimuat di koran Jambi One edisi Kamis 20 Juli 2017)

#News1


kenali.co