Oknum Polisi Nakal..., Bakal Berhadapan dengan Polwan Cantik
AKBP Dilia Tri Rahayu Setyaningrum

Oknum Polisi Nakal..., Bakal Berhadapan dengan Polwan Cantik

Selasa, 13 Juni 2017 - 19:14:09 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 387

Kenali.co, JAMBI - Sosok Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dilia Tri Rahayu Setyaningrum atau yang akrab disapa Dilia mungkin belum begitu dikenal di lingkungan kepolisian daerah Jambi. Apalagi, dalam kesehariannya, Polisi Wanita (Polwan) yang kini menjabat Kepala Bagian (Kabag) Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jambi ini lebih banyak berinteraksi di internal kepolisian sejak masuk Polisi tahun 2003 lalu yang ditempatkan di Biro Psikologi Mabes Polri. 

Dilia mengungkapkan bahwa ia saat ini baru sekitar 2 bulan pindah di jajaran Polda Jambi sebagai Kabag Psikologi dan ia telah merancang beberapa program yang nantinya akan dia terapkan di jajaran personel lingkup Polda Jambi. 

"Karena saya baru 2 bulan disini, bagian psikologi sudah menangani sekitar 20-an anggota bermasalah, mayoritas biasanya masalah Rumah tangga dan narkoba. Termasuk hari ini, ada konsul anggota di Kantor," kata Dilia, Selasa (13/6/2017).

"Program saya sama seperti di Sumbar dulu, yakni akan turun ke daerah-daerah guna melaksanakan tiga tugas yakni 1) melakukan Mapping  para perwira 2) melakukan tes untuk kelengkapan penggunaan senpi anggota dan 3) konsultasi permasalahan anggota itu sendiri baik di internal maupun di luar ," jelasnya.

Selanjutnya, AKBP Dilia juga mengatakan kalau tes Senpi di Polres yang dimaksud tadi mengetes apakah calon pemegang senpi dari segi posisinya, apakah mereka memenuhi syarat atau tidak untuk pegang senpi.

 "Jadi jangan sampai ada anggota yang menyalahgunakan senpi untuk bunuh diri atau menembak orang lain secara sembarangan," tambahnya. 

Namun, wajah cantik polwan kelahiran Jakarta, 13 April 1977 ini seolah mampu mengalahkan karakter dan tingkah laku para anggota kepolisian yang bermasalah. 

"Keunikan menghadapi permasalahan anggota adalah bahwa saya berpegang pada kata-kata subyek, maksudnya anggota yang bermasalah tersebut. Dengan mengetahui sisi Mereka dan apa yang mereka rasakan," jelasnya. 

Lebih lanjut, dijelaskan Polwan yang memiliki hobi berenang dan menembak ini, dengan begitu maka kita jadi mengerti sebab utama mereka berbuat sesuatu yang tidak diinginkan secara kedinasan. 

"Dari situ kita menggambarkan situasi lain pada mereka dan hanya memberikan arahan terhadap solusi masalah yang sebenarnya sudah ada di diri mereka sendiri. Dengan adanya konsultasi terhadap anggota bermasalah, dapat mengurangi tingkat stress mereka dalam menghadapi hukuman yang akan dijalani," jelas AKBP Dilia,

Selain itu, pada beberapa orang yang masih aktif dan belum tergolong Tahanan, hal ini dapat menjadi masukan kepada masing-mading Kasatker dan Kapolres untuk mengatensi kecenderungan tertentu dari anggota nya. 

"Seperti ketika dinas di Sumbar sebagai Kabag Psikologi sebelum di Jambi, saya pernah temukan orang dengan kecenderungan depressive. Sehingga mengarah pada keinginan untuk bunuh diri," ungkapnya.

Dengan diketahuinya lebih dulu, maka Dirinya memberikan masukan kepada Kapolres dan oleh Kapolres diberikan beberapa treatment sesuai arahan dari kami. 

"Di Polres manapun saya dinas, saya selalu sentuh Polwannya. Karena kalau ada berita tentang Polwan bermasalah pasti seluruh indonesia bisa mendengar. Jadi sebelum bermasalah saya selalu ajak mereka jalan dengan tujuan mereka bisa curhat masalah masing-masing," katanya. 

Lanjutnya, Dilia juga menceritakan awalnya mendaftarkan dirinya sebagai seorang Polwan ketika itu walau ia mendaftarkan dirinya di saat-saat akhir pendaftaran. Perjalanan seleksi berjalan mulus walau awalnya ia sempat ditolak masuk karena mendaftarkan diri di  hari dan jam terakhir pendaftaran.

"Saat itu ada provos wanita mendekati saya dan menanyakan saya tamatan mana setelah saya bilang tamatan UI akhirnya dia bilang ke panitia agar memberi kesempatan sambil bilang jarang-jarang loh anak UI daftar polisi," kata Dilia.

Selain itu pula, kedua orang tuanya mendorong dan berusaha juga mewujudkan keinginannya untuk menjadi polisi. 

“Ini untuk ibu dan ayah saya, karena beliau berdua aku bisa seperti ini. Berkat doanya aku bisa masuk polisi,” tutupnya.

 (abd)

#News1


kenali.co