Kisah Pilu Kakek Penjual Pisang; Kedatangan Zola Sebuah Kebahagian Sang Kakek
F.abd

Kisah Pilu Kakek Penjual Pisang; Kedatangan Zola Sebuah Kebahagian Sang Kakek

Rabu, 07 Juni 2017 - 16:45:19 WIB
0 | Kategori: Lifestyle |Dibaca: 159

Kenali.co, JAMBI - Setelah video cerita kakek Suratman (94) penjual pisang yang dirampok di Kota Baru Jambi Selasa (06/06) menjadi viral di media sosial (Medsos) masyarakat tergerak hati untuk membantunya. Kejadian yang menimpa kakek tersebut juga tidak luput dari perhatian Gubernur H Zumi Zola.

Ketika kabar tersebut beredar di medsos gubernur Jambi masih berada di Jakarta, menanggapi kejadian ini. Gubernur Jambi H Zumi Zola setelah mendarat di Bandara Sultan Thaha dari Jakarata langsung mengunjungi rumah kakek penjual pisang korban perampokan. Dalam kunjungannya Zola juga memberikan bantuan serta memborong pisang dagangan kakek Suratman.

" saya sangat prihatin sekali saya baru mendarat langsung menuju rumah mbah ini," ujarnya.

Zola terlihat berbincang dengan kakek dan memberikan bantuan langsung kepada kakek Suratman serta memborong pisang daganganya.

"Saya datang kesini bertanya tadi kepada si Kakek, uangnya yang dirampok itu mau dipakek untuk apa, si Kakek bilang mau dibelikan kursi untuk lebaran besok, jadi saya bilang kepada kakek biar saya yang bantu dan juga tadi ada sedikit uang untuk berbuka puasa bersama keluaga," katanya.

"Jadi, diluar musibah yang terjadi kemaren, saya datang ke sini secara kemanusiaan memberikan bantuan kepada beliau semoga dapat terbantu. Dan di bulan Ramadhan ini sangat baik sekali untuk memperhatikan dan peduli dengan sesama umat muslim," tambahnya.

Menurut dari keterangan kakek yang keseharianya berjualan pisang keliling ini, ia menceritakan pada waktu itu dirinya sedang berjualan pisangnya di kawasan sekitaran Kota Baru Jambi, setiba di depan Gedung Olahraga dirinya dihampiri sebuah mobil yang mau membeli pisang dagangannya. 

"Dio bilang katonyo mau beli pisang, tapi dio dak mau kalau bayarnyo diluar karna bulan puaso, nah habis itu sayo disuruh masuk ke dalam mobil tu, ketiko di dalam mobil pintu dikunci saya mau keluar dak bisa, setelah saya minta buka kepada sopir beberapa kali baru dibuka. Habis keluar dari mobil sayo baru sadar kalau duit sayo ilang" jelasnya dengan logat bahasa Jambi.

Padahal uang yang di bawa oleh kakek Suratman nantinya akan di gunakan untuk membeli alat perabotan kursi yang sudah menjadi cita-cita nya sejak awal.

" duit itu aturannyo mau buat beli kursi, karna sebentar lagi kan lebaran," sebutnya.

(abd)

#News1


kenali.co