Komisi II Akan Panggil PT HAL. Terkait Aksi Demo Warga Tiga Desa
Husin, Manager Kebun PT HAL.

Komisi II Akan Panggil PT HAL. Terkait Aksi Demo Warga Tiga Desa

Selasa, 16 Mei 2017 - 09:38:32 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 198

Kenali.co, MUARA BULIAN - Komisi II DPRD Kabupaten Batanghari, dalam waktu dekat akan segera memanggil pihak PT. Hutan Alam Lestari (HAL).

Pemanggilan terhadap pihak perusahaan terkait aksi demo ratusan warga Tiga desa yakni Desa Bukit Sari, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Desa Sungai Baung, Kecamatan Muara Bulian dan Desa Desa Kuap, Kecamatan Pemayung.

" Kita akan panggil pihak PT. HAL secepatnya. Karena selalu membuat konflik ditengah warga," tegas Alpandi, S.Kom, Anggota Komisi II DPRD Batanghari, Selasa (16/5/2017) diruang kerjanya.

Alpandi menilai perusahaan semestinya jangan membuat resah warga. Apalagi sampai menyerahkan alat berat untuk menggusur lahan milik warga. 

" Wajar saja warga ribut kalau perusahaan main gusur," imbuhnya.

Senada dikatakan Supriadi, ST, Wakil Ketua Komisi III DPRD Batanghari. Politisi Partai Golkar ini hanya bisa mengelus dada melihat konflik antara PT. HAL dan warga.

" Astagfirullah...memang perusahaan itu selalu buat rusuh," timpal pria yang akrab disapa Gabuk. 

Seperti diwartakan sebelumnya, PT Hutan Alam Lestari (HAL), yang berada di Desa Kubu Kandang, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, dituding warga melakukan penyerobotan lahan milik. 

Dugaan aksi serobot lahan dilakukan perusahaan menggunakan alat berat, Sabtu (13/5/2017) pagi. 

Informasi yang diperoleh Kenali.co, warga mendatangi lahan mencapai puluhan orang. Mereka berasal dari Desa Sungai Baung, Kecamatan Muara Bulian, Desa Bukit Sari, Kecamatan Maro Sebo Ilir dan Desa Kuap, Kecamatan Pemayung.

" Itu sekarang lagi ada demo di PT HAL. Warga menuntut pihak perusahaan tidak menggusur lahan milik mereka," kata Sumber Kenali.co.

Sumber menambahkan, warga menuntut pihak perusahaan segera menghentikan segala aktifitas pembersihan lahan menggunakan alat berat. 

Camat Pemayung, M. Amin, SH, dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara detail substansi warga mendatangi lahan perusahaan.

" Saya tidak tahu apa substansi warga. Memang ada tadi anggota DPRD Batanghari menyampaikan dengan saya, bahwa ada beberapa orang warga Desa Kuap mendatangi perusahaan," kata Amin melalui sambungan telepon.

Terpisah, Manager Kebun PT. HAL, Husin, membenarkan adanya aksi puluhan warga mendatangi lahan milik PT. HAL. Husin mengatakan tudingan warga sangat tidak beralasan.

" Saya tanya apa dasar mereka mengatakan tanah tersebut milik mereka? Tidak ada yang bisa menunjukkan bukti," tutur Husin melalui sambungan telepon.

Husin menambahkan, lahan yang digarap perusahaan menggunakan alat berat memang termasuk dalam wilayah izin perusahaan. Perusahaan sama sekali tidak ada menggusur lahan milik warga.

" Alat berat baru melakukan pengerukan parit, belum melakukan pembersihan lahan. Lagi pula lahan tersebut merupakan rimba, bukan lahan yang ada tanaman warga," tegas Husin.

Warga yang datang ke lokasi alat berat bekerja, sambung Husin, mencapai puluhan orang. Mereka berasal dari Desa Sungai Baung, Desa Bukit Sari dan Desa Kuap.

" Yang lucu lagi, ada salah satu warga mengaku tanah tersebut warisan nenek moyangnya. Padahal warga tersebut merupakan orang medan," demikian Husin.

(fai)

#News1


kenali.co