Pelaku Pembuangan Bayi, Oknum Honorer Diskominfo

Pelaku Pembuangan Bayi, Oknum Honorer Diskominfo

Senin, 15 Mei 2017 - 16:21:51 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 1001

Kenali.co, JAMBI- Dua orang pelaku pembuang bayi berjenis kelamin perempuan di danau Sipin kota Jambi diamankan Kepolisian Resor kota Jambi. Satu diantara mereka merupakan pegawai Honorer Dinas Kominfo Provinsi Jambi.

Dua orang pelaku itu yakni, Wasita Zuhriyana dan Apriyanto ditangkap di lokasi yang berbeda. Wasita Zuhriyana ditangkap di rumahnya di jalan Dr Siwabessy Rt 02 Kelurahan Buluran Kenali kecamatan Telanaipura Kota Jambi, sedangkan Apriyanto juga ditangkap dirumahnya di jalan Patimura RT 28 kecamatan Kota Baru kota Jambi, keduanya ditangkap tanpa perlawanan.

Kapolresta Jambi AKBP Ahcmad Fauzi di Jambi, Senin (15/5) mengungkapkan, ditangkapnya kedua palaku itu hasil penyelidikan polisi pasca ditemukan bayi berjenis kelamin perempuan yang sudah tidak bernyawa mengapung di Danau Sipin, Kota Jambi terjadi Jumat (12/5) sekitar pukul 13.20 WIB.

Wasita Zuhriyana adalah tenaga honorer pada Dinas Kominfo Provinsi Jambi. Berdasarkan keterangan wasita kepada penyidik, bayi tersebut adalah hasil hubungan gelapnya dengan apriyanto, salah seorang karyawan di minimarket di kota Jambi.

Menurut Kapolresta Jambi AKBP Ahmad Fauzi dari hasil pemeriksaan, Wasita dan apriyanto memiliki hubungan jalinan kasih sejak tahun 2012. Kemudian mereka melakukan hubungan suami istri sejak tahun 2016 sampai Oktober 2016. Pada Oktober 2016 Wasita hamil, mengetahui hamil Apriyanto meminta untuk menggugurkan, upaya gugur kandungan terus dilakukan dengan meminum berbagai Jamu hingga bulan Maret 2017.

Kemudian lanjut kapolresta Jambi, pada hari Kamis tangal 17 Mei 2017 Wasita terasa ingin buang air besar menuju jamban, sesampai di jamban jongkok dan bayi tersebut langsung jatuh ke dalam air di danau Sipin, mengetahui kejadian itu langsung pulang dan melaporkan kepada Apriyanto.

Atas perbuatannya ini, tersangka Wasita Zuhriyana dan Apriyanto dijerat Pasal 77A Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang RI Nomor 32 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Wasita kepada wartawan mengaku selama ini ia menyembunyikan kondisi kehamilannya dari orang lain dengan cara memakai stagen, sehingga perut tidak terlihat besar.

Kontributor : Aldi Saputra

#News1


kenali.co