Warga Tuding PT. HAL Serobot Lahan
Manager Kebun PT HAL, Husin.

Warga Tuding PT. HAL Serobot Lahan

Sabtu, 13 Mei 2017 - 17:27:59 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 212

Kenali.co, MUARA BULIAN - PT Hutan Alam Lestari (HAL), yang berada di Desa Kubu Kandang, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, dituding warga melakukan penyerobotan lahan milik. 

Dugaan aksi serobot lahan dilakukan perusahaan menggunakan alat berat, Sabtu (13/5/2017) pagi. 

Informasi yang diperoleh Kenali.co, warga mendatangi lahan mencapai puluhan orang. Mereka berasal dari Desa Sungai Baung, Kecamatan Muara Bulian, Desa Bukit Sari, Kecamatan Maro Sebo Ilir dan Desa Kuap, Kecamatan Pemayung.

" Itu sekarang lagi ada demo di PT HAL. Warga menuntut pihak perusahaan tidak menggusur lahan milik mereka," kata Sumber Kenali.co.

Sumber menambahkan, warga menuntut pihak perusahaan segera menghentikan segala aktifitas pembersihan lahan menggunakan alat berat. 

Camat Pemayung, M. Amin, SH, dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara detail substansi warga mendatangi lahan perusahaan.

" Saya tidak tahu apa substansi warga. Memang ada tadi anggota DPRD Batanghari menyampaikan dengan saya, bahwa ada beberapa orang warga Desa Kuap mendatangi perusahaan," kata Amin melalui sambungan telepon.

Terpisah, Manager Kebun PT. HAL, Husin, membenarkan adanya aksi puluhan warga mendatangi lahan milik PT. HAL. Husin mengatakan tudingan warga sangat tidak beralasan.

" Saya tanya apa dasar mereka mengatakan tanah tersebut milik mereka? Tidak ada yang bisa menunjukkan bukti," tutur Husin melalui sambungan telepon.

Husin menambahkan, lahan yang digarap perusahaan menggunakan alat berat memang termasuk dalam wilayah izin perusahaan. Perusahaan sama sekali tidak ada menggusur lahan milik warga.

" Alat berat baru melakukan pengerukan parit, belum melakukan pembersihan lahan. Lagi pula lahan tersebut merupakan rimba, bukan lahan yang ada tanaman warga," tegas Husin.

Warga yang datang ke lokasi alat berat bekerja, sambung Husin, mencapai puluhan orang. Mereka berasal dari Desa Sungai Baung, Desa Bukit Sari dan Desa Kuap.

" Yang lucu lagi, ada salah satu warga mengaku tanah tersebut warisan nenek moyangnya. Padahal warga tersebut merupakan orang medan," demikian Husin.

(fai)

#News1


kenali.co