Karena Tak Mampu, Bocah Penderita Kangker Asal Tebo Ditelantarkan Pihak Rumah Sakit
Bocah 5 Tahun Rifaldo penderita penyakit kangker ganas saat ini hanya bisa pasrah karena orang tuanya kekurangan biaya untuk mengobatinya.

Karena Tak Mampu, Bocah Penderita Kangker Asal Tebo Ditelantarkan Pihak Rumah Sakit

Selasa, 18 April 2017 - 20:18:21 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 201

Kenali.co, TEBO- Bocah 5 Tahun Rifaldo penderita penyakit kangker ganas sejak beberapa bulan yang lalu saat ini hanya bisa pasrah dan mendekam di rumah saja karena orang tuanya kekurangan biaya untuk mengobatinya.

Warga Desa Teluk Langkap Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo yang orang tuanya hanya seorang petani tersebut sebelumnya pernah dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil padang, namun tidak bisa mendapatkan pengobatan. Hal tersebut dikarenakan pasien BPJS ini tidak mempunyai uang pendaftaran yang diwajibkan oleh rumah sakit tersebut.

Ibunda Rifaldo, Lismiyati mengatakan bahwa Pasien juga pernah dibawa ke RSUD STS Tebo dan dilakukan operasi sebanyak 2 kali namun tak kunjung sembuh. Karena tak kunjung sembuh, akhirnya rifaldo dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Namun dikarenakan di RSUD Raden Mattaher Jambi tidak memiliki alat medis yang lengkap, akhirnya Rifaldo dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil padang.

"Awalnya kami dirujuk ke jambi, tapi karena di jambi tidak ada perlengkapan untuk poli anak, kami dirujuk lagi ke rumah sakit padang," ungkap Lismiyati.

Setelah 5 hari di RSUP Dr. M Djamil Padang, Rifaldo tak kunjung mendapat perawatan. Hal tersebut dikarenakan harus membayar uang pandaftaran sebesar Rp 2.250.000 walaupun Rifaldo merupakan pasien BPJS. Karena tidak sanggup membayar uang tersebut, orang tua Rifaldo akhirnya memutuskan untuk pulang ke Tebo tanpa menddapatkan perawatan sedikitpun.

"Padahalkan kami membawa BPJS, tapi oleh pihak rumah sakit, kami diharuskan bayar Rp 2.250.000 sebelum dilakukan pemeriksaan, karena kami tidak punya uang, akhirnya kami putuskan pulang dulu," kata Lismiyati.

Saat ini kondisi Rifaldo sudah sangat menghawatirkan, sejak operasi ke dua, Rifaldo tidak mau makan dan minum dan selalu muntah. Selain itu rifaldo juga selalu mengeluhkan badannya yang terasa panas dan sakit, sehingga harus selalu disiram air.

"Pokoknya setelah dioperasi dan dirujuk ke Jambi, dia tidak mau makan, kalau makan dan minum selalu muntah jadinya, badannya juga selau dirasakan panas dan sakit-sakit, jadi harus selalu di siram tiap saat," katanya lagi.

Dirinya berharap ada pihak yang sudi untuk membantu dalam pengobatan anaknya agar bisa sehat kembali seperti sedia kala. Dirinya juga mengungkapkan bahwa selama ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"selama ini belum pernah dapat bantuan dari pemerintah, Saya  berharap ada yang mau membantu untuk mengobati Rifaldo, agar dia segera sehat dan kembali seperti dulu," harap Lismiyati.

Lilis rasika, Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (DINSISO2PA) kabupaten tebo membenarkan hal ini. Dirinya sangat menyayangkan tindakan pihak RSUP Dr. M. Djamil padang.

"Harusnya peserta BPJS tidak dipungut biaya lagi. Sangat kita sayangkan apabila memang benar terjadi tindakan seperti itu dari pihak RSUP Dr.M. Djamil padang," ujarnya.

"Sesegera mungkin kita akan koordinasi dengan Dinas kesehatan tebo untuk mencarikan solusinya, karena kalau dibiarkan terlalu lama penyakit itu bisa mengancam jiwa Rifaldo," tukasnya. 

(Lga)

#News1


kenali.co