BI Jambi Terbitkan KEKR Februari 2017

BI Jambi Terbitkan KEKR Februari 2017

Selasa, 28 Maret 2017 - 12:02:55 WIB
0 | Kategori: Ekonomi |Dibaca: 53

Kenali.co, JAMBI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi menerbitkan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) triwulan IV-2016, sebagai sarana untuk membangun komunikasi dalam merumuskan kebijakan ekonomi di daerah itu ke depan.

"KEKR merupakan salah satu terbitan periodik Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi sebagai sarana untuk membangun komunikasi dua arah dalam pertukaran data dan informasi baik dengan 'stakeholder' internal maupun eksternal," kata Kepala Perwakilan BI provinsi setempat, V Carlusa di Jambi, Senin (27/3).

Dia menjelaskan, dengan adanya KEKR, para pemangku kepentingan seperti pelaku usaha, perbankan dan pemerintah daerah di Jambi baik provinsi, kabupaten dan kota dapat memperoleh masukan dalam merumuskan kebijakan pengembangan ekonomi daerah.

"KEKR mencakup beberapa aspek seperti perkembangan ekonomi makro regional, inflasi daerah, perbankan/sistem pembayaran, keuangan daerah, ketenagakerjaan daerah dan kesejahteraan. Publikasi ini juga memuat perkiraan ekonomi dan inflasi daerah," kata Carlusa menjelaskan.

Dia mengungkapkan, berdasarkan asesmen atas data dan informasi, perekonomian Jambi triwulan IV-2016 lalu tumbuh sebesar 6,35 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya (4,01% yoy). Angka pertumbuhan ini relatif lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional (4,94% yoy).

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, inflasi Jambi tercatat sebesar 4,54% (yoy) lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (3,93% yoy) dan inflasi nasional (3,02% yoy). Sementara itu inflasi Bungo pada triwulan IV-2016 sebesar 3,11% (yoy).

"Dari sisi harga, di Kota Jambi inflasi pada kelompok bahan pangan bergejolak (volatile foods) yang tinggi yaitu sebesar 6,63% (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya (5,24% yoy). Sementara itu, inflasi yang terjadi pada kelompok inti (core inflation) sebesar 4,62% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi triwulan sebelumnya (4,14% yoy. Sementara inflasi administered price tercatat cukup rendah yaitu sebesar 1,98% (yoy) pada triwulan laporan," katanya menjelaskan.

Kinerja perbankan relatif masih terkontraksi kata Carlusa relatif sedikit membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi cukup dalam sebesar 10,78% (yoy). Sementara DPK mengalami peningkatan.

"Dana Pihak Ketiga (DPK) Perseorangan Rumah Tangga tumbuh sebesar 11,8% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya 8,5% (yoy)," katanya.

Namun, lanjutnya kualitas kredit bank umum masih berada pada level yang aman, ini ditunjukkan oleh angka non performing loan (NPL) sebesar 2,70 persen.

"Untuk Non Performing Loan (NPL) meningkat menjadi 2,70%, dibanding triwulan sebelumnya 0,98%. Kredit kepada sektor rumah tangga mengalami pertumbuhan sebesar 7,8% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya 6,7% (yoy)," ujarnya.

(red)

#News1


kenali.co