Jambi Demam Tanjak, Tanjabtim Gencarkan Batik Lokal

Jambi Demam Tanjak, Tanjabtim Gencarkan Batik Lokal

Jumat, 03 Februari 2017 - 16:29:55 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 354

Kenali.co, MUARASABAK – Jika warga Kota Jambi kini tengah demam tanjak, yang merupakan ikat kepala tradisional Jambi. Sementara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini tengah digalakkan baju batik lokal Tanjabtim. Bahkan Bupati Tanjabtim Romi Hariyanto sendiri, dalam sejumlah kunjungannya selalu mengenakan baju batik lokal khas Tanjabtim.

Saat menghadiri Sertijab Camat Kuala Jambi (3/2) misalnya, Romi Hariyanto tampak mengenakan baju batik lokal dengan motif khas Kabupaten Tanjabtim. Menurut Romi Hariyanto sendiri, motif batik khas Kabupaten Tanjabtim saat ini telah cukup bagus dan memiliki beberapa motif tertentu. Hanya saja Romi meminta agar kualitas batik tersebut, terus ditingkatkan agar dapat bersaing di pasaran.

“Saat ini kami terus melakukan pembinaan, terhadap sejumlah home industri kerajinan batik lokal. Dengan harapan kedepan batik tanjabtim dapat diterima dengan baik dipasaran, dan tidak hanya sebatas Provinsi Jambi saja,” ucap Bupati.

Sementara Plt Kepala Disperindag Kabupaten Tanjabtim Hero mengatakan, promosi batik lokal Tanjabtim sebenarnya telah dilakukan beberapa tahun sebelumnya. Dimana pada setiap event dan pameran baik lokal maupun nasional, batik khas Tanjabtim selalu dipromosikan.

Saat ini batik Tanjabtim telah memiliki puluhan motif, diantaranya motif nipah dan hutan bakau. Bahkan beberapa diantara motif batik tersebut, saat ini telah memiliki hak paten.

Sementara mengenai harga batik Tanjabtim sendiri, tergantung kualitas, motif, dan proses pengerjaan batik itu sendiri. Untuk batik cetak kualitas standard misalnya, dipatok dengan harga mulai dari Rp. 125 hingga Rp. 150 ribu per potong. Sementara untuk batik tulis dengan kualitas baik, dibandrol dengan harga dari Rp. 350 hingga Rp. 450 ribu per potong.

Mengenai mutu dan kualitas batik sendiri terang Hero, hal ini tergantung dari proses produksi batik itu sendiri. Dimana para pengrajin batik yang telah tersebar di beberapa kecamatan, sering merasa kewalahan jika menerima pesanan yang cukup banyak. Akibatnya mutu dan kualitas batik itu sendiri kerap terabaikan oleh para pengrajin batik lokal.

“Dari hasil pertemuan dengan para pelaku batik belum lama ini, kami sepakat untuk meningkatkan mutu dan kualitas batik. Salah satunya dengan meningkatkan proses produksi yang lebih baik, dan terus memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai proses produksi yang baik untuk menjamin mutu dan kualitas,” terang Hero.

Sementara untuk menggencarkan promosi batik Tanjabtim, selain menggandeng seluruh ASN di lingkup Tanjabtim untuk menggunakan batik. Pihaknya akan menggandeng seluruh perusahaan dan perbankan, untuk menggunakan batik Tanjabtim.

“Bahkan saat ini kami tengah mencari celah, agar batik Tanjabtim juga dikenakan dikalangan pelajar,” kata Awaluddin, selaku Kabid Perdagangan pada Disperindag.(*).

(zal)

#News1


kenali.co