HOAK MANIA ITU, YA KITA
Oleh: Bahren Nurdin, MA

HOAK MANIA ITU, YA KITA

Rabu, 11 Januari 2017 - 05:55:54 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 191

Kenali.co, Hampir setiap menit kita mendapat broadcast / penyebaran suatu informasi yang masuk melalui berbagai media social yang kita miliki, baik yang berupa grup ataupun secara personal. Pertanyaannya sederhana, pernahkah kita benar-benar meneliti kebenaran apa yang datang ke kita? Tidak pernah! Kalau pun ada saya yakin sedikit sekali. Tidak hanya tulisan-tulisan atau berita yang buruk (fitnah) tapi tulisan-tulisan tentang pesan-pesan agama atau informasi-informasi kebaikan pun kita tidak pernah menelitinya. Contoh sederhana, pernahkah kita umat Islam betul-betul meneliti (meng-crosscheck) penggunaan ayat-ayat Al-Quran atau Hadits dalam suatu tulisan?

Jika begitu, sadar atau tidak, kita adalah bagian dari penikmat kadang penyebar hoak. Kata ‘HOAK’ atau ‘HOAX” ternyata belum masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (online). Ini dapat dipahami memang karena kata ini baru muncul dan menjadi fenomena beberapa tahun terakhir. Namun kamus Cambridge (http:// dictionary. cambridge. org/) mendefinisikan kata ini sebagai “a plan to deceive someone, such as telling the police there is a bomb somewhere when there is not one, or a trick:”. Singkatnya, penyebaran berita bohong. Sesuatu yang jelas-jelas tidak ada tapi beritanya disebarluaskan melalui berbagai media.

Ini lah zaman hoak. Zaman kebohongan. Zaman di mana kebohongan menjadi sebuah kelaziman dan kadang menjadi komuditas yang diperjual belikan. Menjadi trend dan gaya hidup. Kitalah bagian dari zaman ini. Tulisan singkat ini, ingin mengingatkan kita semua bahwa berbohong itu berdosa. Berbohong itu pasti mendatangkan kemudaratan. Maka penyebaran hoak atau kebohongan adalah sebuah perbuatan tercela. Lantas apa yang harus dilakukan?

Pertama, teliti sebelum disebarkan. Jangan mudah tergoda dengan kata-kata “sampaikan kepada orang lain sebelum terlambat”. Jangan sampai niat kita untuk berbuat kebaikan tapi sesungguhnya telah berkontribusi dalam penyebaran berita yang belum tahu kebenarannya. Maka dari itu teliti terlebih dahulu isi berita yang akan kita lanjutkan penyebarannya. Yang lebih parah lagi, dan sering terjadi, kita menyebarkan berita atau tulisan tersebut tanpa dibaca terlebih dahulu. Lihat judul langsung copy paste dan sebarkan. Ketelitian dalam menerima dan menyebarkan suatu tulisan atau berita adalah keharusan atau lebih ekstrim wajib hukumnya jika kita tidak mau menambah dosa yang ada.

Kedua, jangan lanjutkan. Kita baca dan jadikan pengetahuan pribadi, itu lebih baik. Jika itu sesuatu yang baik, maka in sha Allah akan mendatangkan kebaikan bagi diri pribadi. Jika kita ingin menyebarkan kebaikan, telitilah dengan saksama sumbur-sumber yang ada dalam tulisan tersebut. Jika kita tidak mau ribet meneliti dan meng-crosscheck ulang sumber-sumber pada tulisan tersebut sebaiknya tidak perlu diteruskan. 

Akhirnya, ketelitian dan kewaspadaan dalam menerima dan meneruskan suatu berita atau tulisan sangat diperlukan. Kita harus menyadari bahwa kita hidup di zaman yang penuh tipu daya. Kita sangat mudah menerima berita-berita yang tidak jelas sumbernya. Jika kita tidak teliti maka tidak menutup kemungkinan kitalah hoak mania itu. Kitalah orang yang aktif menyebarkan berita tersebut. Kita harus semakin waspada. Semoga.

 #BN10012017

#News1


kenali.co