Jangan Anggap Remeh Acara Debat Kandidat

Jangan Anggap Remeh Acara Debat Kandidat

Minggu, 08 Januari 2017 - 09:17:47 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 124

Kenali.co, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan menyelenggarakan debat perdana tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Hotel Bidakara, Jumat (13/1) mendatang. Setiap kontestan sebaiknya fokus saat menjawab pertanyaan agar partisipasi pemilih terdongkrak.

"Debat sangat berpengaruh terhadap kelompok undecided voters yang sampai hari ini belum menentukan pilihan dan swing voters atau pemilih mengambang," ujar psikolog politik Universitas Indonesia Hamdi Moelek di sela-sela diskusi Mencari Format Tepat untuk Debat Pilgub di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/1/2017), dikutip dari laman metronews.com.

Menurutnya, ada dua kategori pemilih dalam perhelatan pesta demokrasi. Pertama, kelompok orang yang sudah menentukan pilihan dari jauh hari. Mereka ialah relawan, simpatisan, serta pemilih yang melihat dari sisi sentimen ras dan agama.

"Kelompok seperti ini tidak terlalu memengaruhi pandangan mereka pascadebat. Mereka melihat debat tidak efektif lagi karena sudah punya preferensi," ujarnya. Namun, itu berbeda dengan warga yang belum menentukan pilihan hingga hari pencoblosan (undecided voters). Dalam hal ini, debat justru dapat menjadi patokan masyarakat untuk menentukan siapa kandidat yang bakal dipilih.

"Karena itu, apa yang menjadi visi misi program harus diketahui publik. Ibarat jangan beli kucing dalam karung, itulah yang akan di-breakdown dalam debat, semisal bagaimana kandidat paham visi misi, realistis, detail, dan bisa atau tidak dilaksanakan.

"Hamdi menekankan agar kontestan memiliki integritas. Mereka juga harus jujur, bersih, dan tidak punya kepentingan lain. Selain itu, masyarakat menginginkan calon pemimpin yang mampu mengelola kepentingan publik, akuntabel, santun, dan ramah demi mewujudkan good governance.

Manfaatkan kesempatan

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menambahkan, dalam sesi debat, sebaiknya panelis bisa merekam apa saja yang menjadi perhatian publik, termasuk mengartikulasikan tema-tema besar dari KPU DKI kepada kandidat.

Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, kandidat wajib memanfaatkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dengan fokus dan hati-hati serta mampu melontarkan pertanyaan kepada para pesaing.

Tujuannya ialah agar publik bisa melihat perbedaan di antara kandidat.

"Sering kali kandidat kurang siap dalam menjawab pertanyaan dan ini tidak bagus untuk pemilih. Kalau bicara juga jangan sampai ngelantur sana sini, tetap fokus, perhatikan waktu yang diberikan. Yang tidak kalah penting jangan sampai massa pendukung yang hadir malah mengganggu konsentrasi dengan teriakan dan yel-yel," katanya.

Komisioner KPU DKI Dahlia Umar menambahkan debat perdana akan disiarkan secara langsung di Jakarta dengan melibatkan tiga stasiun televisi swasta, yaitu TV One, Jawa Pos TV, dan Net TV. Bahkan, KPU DKI memfasilitasi kegiatan tersebut dengan interpretasi bahasa isyarat.

Menurutnya, tema yang diusung pada sesi debat itu menyangkut persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, seperti penataan transportasi, persoalan kemiskinan, sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Panelis yang dihadirkan pun berasal dari unsur akademisi dan praktisi.

"Pertanyaan itu murni dilatarbelakangi dengan apa saja masalah yang dirasakan warga Jakarta."

(red)

#News1


kenali.co