Survei Pilkada DKI, Popularitas Ahok, Flashback: Tweet of the Year 2016?
Oleh: DR Denny JA*

Survei Pilkada DKI, Popularitas Ahok, Flashback: Tweet of the Year 2016?

Minggu, 01 Januari 2017 - 09:18:44 WIB
0 | Kategori: Kolom |Dibaca: 158

Jika nanti Ahok kalah dalam pikada Feb 2017, tweet ini menjadi historik. Diposting tanggal 3 Oktober 2016, di DennyJA_World, tweet itu berbunyi: Saya melihat data LSI soal pilkada DKI yang mengejutkan (Survei Okt 2016): Ahok potensial kalah!

Dua alasan mengapa tweet itu akan historik.

Ia tweet pertama yang mengabarkan Ahok potensial kalah berdasarkan survei. Saat itu di semua survei, Ahok masih nomor satu bahkan dengan selisih yang besar dibandingkan semua kompetitornya.

Di survei SMRC di periode oktober, Ahok masih nomor satu bahkan dengan selisih doubel digit. Hal yang sama dengan survei di periode Oktober dari Populi Center. 

Bahkan di era Oktober, apalagi di era sebelumnya,  isunya Ahok akan menang satu putaran. Tweet saya menyatakan hal sebaliknya: Ahok potensial kalah.

Itu tweet juga sudah di RT 480 ribu kali. Mungkin ini tweet yang di RT paling banyak di Indonesia saat ini di tahun 2016. RT ini memang masih di bawah tweet saya waktu membantu Jokowi di pilpres 2014. Tweet saya saat itu di RT di atas 1 juta. Gara gara tweet untuk Jokowi itu saya dipilih TIME Magazine satu dari 30 tokoh dunia internet 2015 bersama Barack Obama, Justin Bieber, dll.

Tweet untuk Jokowi dicatat pula sebagai satu dari 10 tweet yang paling banyak di RT sepanjang masa sejarah twitter (juga diberitakan TIME Magazine).

Pilkada Jakarta memang tak seheboh Pilpres 2014. Namun tweet saya yang mengabarkan "Sang Raksasa" (Ahok akan kalah), ikut mengubah mindset. 

Kini sebulan-dua bulan kemudian,  setelah tweet itu, aneka survei satu persatu mengabarkan Ahok tak lagi di nomor satu. Dari enam lembaga survei yang mempublikasikan risetnya bulan Nov-Des 2016, lima lembaga survei mengabarkan Ahok tak lagi nomor satu.

Aha!  Ini salah satu event yang berkesan bagi saya pribadi ketika akan meninggalkan tahun 2016.


*Denny JA, Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

#News1


kenali.co