Sumbangan Dari Investor di Muarojambi, Jauh dari Target

Sumbangan Dari Investor di Muarojambi, Jauh dari Target

Kamis, 29 Desember 2016 - 17:45:09 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 237

Kenali.co, SENGETI - Sumbangan pihak ketiga dari Perusahaan-Perusahaan di bidang perkebunan di muaro jambi, jauh dari kata mendekati terget. Target Rp 700 juta dari 15 perusahaan yang memiliki PKS di muaro jambi, hingga akhir 2016 ini hanya terkumpul kurang lebih Rp 168 juta. Hal tersebut di benarkan Kadis Dispenda Muaro Jambi, Edi Salam saat di konfirmasi kenali.co (29/13).

Di katakan Edi, sesuai data yang ada di pihaknya perbulan November lalu, dana sumbangan yang masuk baru sebesar Rp 168.062.442, masih kurang Rp 531.937.558 saja. "iya data terakhir di kita baru segitu ya. Kami hanya menerima kalau realisiasikan pihak dinas perkebunan" jelas Edi Salam.

Masih dikatakan Edi Salam, pihaknya berharap hingga tutup tahun 2016 ini ada lagi dana tambahan yang masuk. Untuk itu dirinya meminta perusahaan perusahaan untuk bersedia memberikan sumbangan demi partisipasinya di pembangunan muaro jambi.

Terpisah, Kepala Bidang yang mengurusi dana sumbangan pihak ketiga di dinas perkebunan muaro jambi, Sukri, membenarkan hal tersebut. Di katakanya, pihaknya sudah berusaha maksimal untuk memenuhi target, tapi memang hanya segitu yang di dapat."ya kita sudah berusaha, kirimkan surat sudah, jemput bola juga sudah, kami datang ke PT tersebut" jelas Sukri lagi.

Dijelaskan Sukri, padahal pihaknya berpegang pada dua peraturan. Pertama adalah Pertauran Bupati no 13 tahun 2009 dan Perda no 25 tahun 2009. Namun memang, karena dalam bentuk sumbangan tidak ada sanksi yang dapat di berikan kepada perusahaan yang tidak memberikan dana sumbangan tersebut."kita dasarnya dua perda itu, ya sulit juga kalau mau di sanksi ya" ujar Sukri.

Terpisah, Anggota DPRD Muaro Jambi Haviz saat di konfirmasi sangat menyayangkan hal tersebut. Padahal sebelumny, pihak perusahaan sudah pernah di panggil untuk duduk bersama DPRD untuk membahasnya namun realisasinya tetap tidak ada."sangat di sayangkan, perusahaan itu kan berdiri di muaro jambi, apa tidak terketuk pintu hatinya untuk membantu pembangunan di muaro jambi" ujar Haviz.

Masih di katakan Haviz, padahal sumbangan yang di pinta dari perusahaan itu, walau bervariasi tidak memberatkan bagi perusahaan yang sudah memiliki PKS sendiri."berapalah paling Rp 20 juta sampai Rp 50 juta selama satu tahun. Nanti kita usulkan untuk Revisi lah Perdanya, biar jelas Sanksi kedepanya" ujar Haviz lagi.

Untuk di ketahui, untuk tahun 2016 ada 15 perusahaan yang memiliki PKS, yang di pintai sumbangan. Sementara dari 15 perusahaan tersebut baru tiga yang telah memberikan sumbangan. Yakni PT Nusantara VI, PT Sungai Bahar Fisik Utama, PT Inti Indo Sawit. Sementara sisahnya, sebanyak 12 perusahaan tergolong besar, PT Brahma Bintang Sakti, PT Bukit Bintang Sawit, PT Angso Duo Sawit, PT Batanghari Sawit Sejahterah, PT Bukit Barisan Indah Prima, PT Bahari Gembira Ria, PT Sumber Nusa Pertiwi, PT Petaling Mandra Guna, PT Erasakti Wira Forestama, PT Riki Kurniawan Kerta Persada, PT BAM, dan PT Palma Jaya Sejahterah belum ada memberikan sumbangan sepersenpun.(*).

(wil)

#News1


kenali.co