80 Tabung Gas 3 Kilogram Kembali Diamankan
80 Tabung Gas 3 Kilogram Kembali Diamankan

80 Tabung Gas 3 Kilogram Kembali Diamankan

Senin, 26 Desember 2016 - 18:03:01 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 594

Kenali.co, JAMBI- Pemerintah Kota Jambi kembali melakukan sidak ke beberapa pangkalan  dan pengecer gas elpiji 3 kg Senin (26/12).  Hasilnya, ada sekitar 80an tabung gas elpiji 3 kilogram yang diamankan oleh petugas yang tergabung dalam Satpol PP, bagian ekonomi setda kota Jambi dan pertamina.

Padahal 1 hari sebelumnya, pemkot juga menyita sebanyak 45 gas elpiji 3 kg. Gas 3 kg tersebut didapat dari beberapa lokasi pengecer yang menjual gas 3 kg. Padahal berdasarkan peraturan, pengecer tidak boleh menjual gas 3 kg. Pedagang yang ingin menjual gas 3 kg harus ada izin dari pertamina. Jika sudah mendapatkan izin,maka akan menjadi pangkalan.

 "Pengecer atau warung tidak boleh menjual tabung gas 3 kg. Maka hari ini ada sekitar 80an tabung yang kita amankan. Kesalahan mereka adalah menjual gas 3 kg tanpa ada izin," ujar Jaharudin, Kabag ekonomi setda Kota Jambi.

Pantauan di lapangan, di salah satu pengecer yang berada di kawasan Jambi Timur, bahkan ada yang melakukan penimbunan gas 3 kg. Pedagang yang tidak memiliki izin menjual gas 3 kg tersebut bahkan berani menyimpan sebanyak 60 gas 3 kg dibagian belakang tokonya. Pedagangpun langsung menyita seluruh gas yang ada. 

"Kita langsung sita. Disini mereka banyak menyimpan gas,sedangkan masyarakat diluar sana banyak yang kesulitan mendapatkan gas. Mereka juga juga dengan harga Rp22 ribu pertabungnya," ujar Jaharuddin.

Petugas juga menyita gas elpiji 3 kg yang didapat dari beberapa pengecer yang didatangi saat razia. Sebagian besar pedagang terlihat pasrah dan tidak melakukan perlawanan saat petugas dari satpol pp menyita gas 3 kg yang mereka jual.

Saat razia, petugas juga banyak mendapatkan pengaduan dari masyarakat. Salah satunya adalah Heri yang merupakan warga RT 17 kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Jambi Timur. Dia menyatakan bahwa yang banyak melakukan permainan dalam menjual gas 3 kg adalah pangkalan. Menurutnya bahkan ada pangkalan yang hanya memberikan gas 3 kg ke masyarakat dengan jumlah sedikit. Lalu menjualnya dengan jumlah yang banyak ke pengecer. 

"Ada salah satu pangkalan yang ketika ada 1 truk gas 3 kg datang, lalu 1 atau 2 jam sesudahnya,gas 3 kg sudah tidak ada lagi. Kemana saja gas tersebut? Tidak mungkin hanya dalam waktu 1 jam, gas 3 kg langsung habis. Mereka simpan dan jual lagi. Makanya harga menjadi naik," ujarnya.

Warga lainnya bahkan mengatakan bahwa ada pangkalan yang menjual bahkan mencapai Rp 20ribu. "Kita yang butuh,mau tidak mau harus membelinya," katanya.

Sementara itu menurut Parrama Ramadhan, Sales Eksekutif LPG 1 menegaskan bahwa pangkalan yang terbukti bermain,akan diberikan SP dan PHO. 

"Kalau satu tahun itu mereka dapat 2 kali SP 1, maka akan langsung PHO. Karena SP 1 berlakunya 1 tahun,"ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa ada 3 jenis konsumen gas 3 kg yaitu rumah tangga, UMKM dan pengecer. 

"Namun pengecer ini bukan Priorotas. Pangakalan hanya boleh menjual ke pengecer jika rumah tangga dan UMKM sudah terpenuhi kebutuhan gas nya. Namun dilapangan berbeda. Banyak pengecer yang menjual gas 3 kg sementara masyarakat masih banyak yang membutuhkan," katanya.

Parrama juga mengaku mendengar adanya gas 3 kg yang bahkan dijual hingga diluar kota Jambi. Hanya saja menurutnya hal tersebut cukup sulit untuk dilakukan pengawasan.

 "Misalnya ada masyarakat yang membawa dari kota Jambi ke muaro Jambi. Nah,ini memang sulit pengawasannya," jelasnya.

Untuk itu pada 2017 mendatang,pihak pertamina dan pemkot akan membuat program "penjualan tepat sasaran". Dijekaskannya bahwa nantinya setiap pangkalan gas harus memiliki daftar tetap nama dan jumlah konsumen. Sehingga gas hanya boleh dijual ke masyarakat yang namanya telah tertera di catatan tersebut. Pembelipun harus beli menggunakan KTP. Nama nama warga yang berhak mendapatakan jatah gas 3 kg akan didapat dari pemkot yang sudah terdaftar. Sehingga tidak akan ada lagi warga yang kesulitan mencari gas 3 kg. Pangkalan juga tidak boleh menjual gas kepada orang yang namanya tidak ada dalam catatan.

 “Sehingga semua tepat sasaran. Ini sudah kita mulai lakukan di kawasan lingkar selatan. 2017 akan kita berlakukan di semua tempat,"jelasnya.

 (Ali)

#News1


kenali.co