Manajemen Novita Hotel Minta Maaf. Fasha: Segel Tidak Dibuka Sebelum Pelaku Ditangkap
Suasana jumpa pers di rumah dinas walikota Jambi.

Manajemen Novita Hotel Minta Maaf. Fasha: Segel Tidak Dibuka Sebelum Pelaku Ditangkap

Senin, 26 Desember 2016 - 17:54:49 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 683

Kenali.co, JAMBI- Managemen Hotel Novita Jambi meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Jambi terutama umat muslim atas kejadian beberapa hari lalu. Permintaan maaf itu disampaikan managemen Hotel Novita Jambi di Rumah Dinas Walikota Jambi, Dalam Rangka Jumpa Pers, Senin, (26/12).

“Kami minta maaf atas kejadian pada Jumat (23/12), sehingga menyakiti hati saudara - saudara  kami, kami mohon maaf yang sedalam dalamnya,” ungkap GM Hotel Novita Jambi, Khusaeri Seger.

Pihak managemen juga mendukung upaya penegakan hukum dan menangkap pelaku sesuai undang undang yang berlaku.

Ketua DPD FPI Provinsi Jambi, Muhammad Taufik berharap proses hukum harus terus berjalan, meskipun pihak managemen telah meminta maaf.

“Tersangka harus cepat di cari, sebenarnya mencarinya sangat mudah, tidak sulit,” katanya.

Dia menambahkan sebelum pelaku ditangkap, Hitel Novita jangan dibuka terlebih dulu. Dia meminta agar pihak berwajib  menangkap aktor intelektualnya, dan jangan sampai berlarut larut.

“Jangan sampai prosesnya berlarut - larut. Sebab ini masalah besar,” ujarnya.

Walikota Jambi, Syarif Fasha mengatakan bahwa agama Islam mengajarkan kita meminta maaf, dan sebagai muslim kita harus saling memaafkan.

“Saya juga sepakat sebelum ditangkap pelakunya, hotel tidak akan dibuka,” tambahnya.

Kapolresta Jambi, Bernard Sibarani, menjelaskan bahwa adanya permohonan maaf dari managemen hotel ini mungkin bisa meredam sedikit gejolak di tengah masyarakat. Saat ini pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 22 saksi. Selain itu juga beberapa alat bukti sudah diperiksa termasuk cctv dan peralatan di TKP sudah di amankan.

“Sidik jari sudah diambil dari batu itu. Kita doakan kasus ini segera terungkap. Kami dari polresta tidak main main. Mohon bersabar dan biarkan kami bekerja dulu. Polisis pasti akan menetapkan tersangka,” ujarnya.

Ketua Adat Kota Jambi, Azra’i menambahkan, dalam masalah ini, jika dilihat dari adat tidak ada yang salah. Keadaan yang salah. Kita akan buat acara pertemuan bersama selaku penyangga bineka tinggal ika dan doa tolak balak. Kita potong kerbau, kita undang berbagai elemen masyarakat.

Sementara itu Pendeta Gultom yang juga hadir pada pertemuan itu sangat menyesalkan kejadian ini. Dia juga Sepakat bahwa permasalahan ini untuk diproses secara hukum.

 Ditambahkannya, pihak berwajib juga harus segera menangkap pelaku secepat mungkin agar hotel bisa segera beroperasi.

“Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak terutama para karyawan,” jelasnya.

Ketua NU Kota Jambi yang juga Kepala Kemenag Kota Jambi, Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa ini merupakan pelajaran bagi seluruh hotel ataupun tempat usaha lainnya. Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi.

 “Makanya para pelaku bisnis harus berhati hati. Harus jeli melihat keadaan. Jangan sampai terulang kembali,” pungkasnya. 

(Ali)

#News1


kenali.co