Pedagang Nilai Razia Pilih Kasih
Pedagang Nilai Razia Pilih Kasih

Pedagang Nilai Razia Pilih Kasih

Jumat, 23 Desember 2016 - 18:05:17 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 187

Kenali.co, JAMBI- Petugas Satpol PP Kota Jambi kembali menggelar razia penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL). Razia ini dilakuka  untuk menciptakan suasana bersih dan rapi di Kota Jambi. Selain itu juga untuk menegakkan peraturan daerah tentang pedagang kaki lima. 

Kepala Satpol PP Kota Jambi, Yan Ismar mengatakan bahwa razia digelar disepanjang jalan Soemantri Brojonegoro hingga kawasan Tugu Juang Kota Jambi. Setidaknya puluhan lapak PKL diamankan petugas, mulai dari pedagang kaset, pedagang buah, hingga pedagang makanan.

“Sudah kita peringati berkali kali, tapi masih bandel. Jadi kita angkut lapaknya,” katanya.

Yan Ismar menambahkan, ada larangan di jalan protokol untuk ditempati pedagang. Sekalioun dibolehkan, ada jam-jam tertentu. 

“Ini supaya tidak terjadi kemacetan dan kesemrawutan di Kota Jambi,” katanya.

Saat melakukan penertiban ada pedagang yang mebgelabuhi petygas dengan menyusupkan dagangan buah mereka ke rumah rumah warga. Namun, petugas berhasil mengetahuinya dan langsung mengangkut dagangannya. 

“Kalau tidak diangkut nanti kita selesai razia mereka balik lagi berjualan,” ungkapnya.

Selain itu, razia juga sempat mendapatkan perlawanan dari pemilik lapak. Seperti yang ada di Tugu Juang. Pemilik lapak merasa lapaknya tidak menyalahi aturan karena berada di dalam pagar Tugu Juang. 

“Saya ini anak pejuang, saya tidak takut,” katanya.

Sempat terjadi ketegangan dan adu mulut dengan pedagang, namun akhirnya petugas tetap membongkar lapaknya. 

Sementara perwakilan pedagang, Eri mengatakan bahwa razia kali ini sangat pilih kasih. Hal itu karena ada lapak pedagang yang tidak diangkut padahal berada di atas trotoar dan diluar pagar.

 “Itu ada lapak pedagang kaset tidak diangkut depan pizza hut. Ini terkesan pilih kasih,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selama ini pihaknya membayar retribusi setiap malam kepada petugas sebesar Rp2 ribu.

 “Kami bingung, kami bayar tapi ditertibkan juga,” katanya.

 (ALI)

#News1


kenali.co