Dana DAK Kerinci Tak Cair, Proyek Terancam Tak Terbayar

Dana DAK Kerinci Tak Cair, Proyek Terancam Tak Terbayar

Kamis, 22 Desember 2016 - 17:16:49 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 221

Kenali.co, KERINCI - Sejumlah kontraktor pelaksana proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Kerinci dibuat cemas, hal ini karena pencairan anggaran pelaksanaan pekerjaannya belum juga dicairkan.

Bahkan, dana yang bersumber dari APBN tersebut, hingga saat ini belum ada dana yang di transfer Pemerintah Pusat ke Kas Daerah Kabupaten Kerinci. Padahal, secara garis besar pelaksanaan proyek pembangunan di Kerinci dengan menggunakan dana DAK sudah selesai dilaksanakan.

Hal ini diakui salah seorang kontraktor Kerinci yang tidak mau ditulis namanya (22/12). Dia mengatakan, kegiatan semua telah selesai dilaksanakan. Namun, untuk pencairan sampai sekarang belum jelas kapan.

"Tidak bisa pencairan, kita masih menunggu kejelasannya kapan pembayarannya. Soalnya dananya sangat kita butuhkan untuk membayar utang material yang kita pakai,"ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci, H Adi Rozal membenarkan permasalahan dana DAK yang belum di transfer ke daerah. Namun yang pasti dana tersebut akan tetap ada, tapi dalam jangka waktu belum bisa dipastikan. "Uangnya tidak akan hilang, ada tapi masih menunggu transfer dari Pemerintah Pusat,"sebutnya.

Menurutnya, permasalahan tersebut, bukan sepenuhnya merupakan kesalahan dari Pemerintah Kabupaten Kerinci maupun Pemerintah Pusat, melainkan karena kelalaian dari pihak ketiga selaku pelaksana proyek infrastruktur di Kabupaten Kerinci.

Selama ini, pelaksanaan pembangunan fisik di Kerinci berjalan dengan baik, bahkan realisasi fisik sudah mencapai 90 persen. Namun untuk realisasi keuangannya hingga saat ini masih rendah, dikarenakan adanya pihak ketiga yang tidak mencairkan termennya secara teratur.

Dia mengatakan, dalam aturannya sudah jelas, apalagi termen tersebut harus dilaksanakan secara bertahap karena harus dilaporkan kepada Pemerintah pusat secara online.

"termen pertama kedua tidak diambil, kebiasaan mengambil termen secara sekaligus setelah pekerjaan selesai. Jadinya begini, padahal jauh-jauh hari sudah kita sampaikan untuk segera mengurus teemen secara bertahap. Yang jelas kita upayakan bisa selesai secepatnya,"pungkasnya.

(sau)

#News1


kenali.co