Cara Melaporkan Berita Hoax Yang Muncul Di Timeline Facebook
Facebook

Cara Melaporkan Berita Hoax Yang Muncul Di Timeline Facebook

Kamis, 22 Desember 2016 - 14:53:13 WIB
0 | Kategori: Smart Tech |Dibaca: 374

Kenali.co, Sosial media menjadi sebuah media untuk orang menyebarkan berita atau kabar, termasuk Facebook sebagai jejaring sosial yang banyak digunakan netizen, menjadi tempat yang cocok untuk menyebarkan berita. Namun terkadang tak semua berita yang muncul di timeline anda itu sebuah kebenaran tak jarang beberapa berita hanya bohong (Hoax) yang berita hoax banyak tersebar, dan beberapa pengguna Facebook menjadi risih. Untuk mengatasi masalh berita hoax tersebut Mark Zuckerberg sebagai pemilik Facebook berjanji akan menghapus berita – berita hoax tersebut.

Pihak Facebook melalui Adam Mosseri, selaku VP News Feed Facebook mengatakan "Kami berupaya untuk menghilangkan hoax yang disebarkan oleh para pembuat berita palsu demi keuntungan mereka sendiri dan bekerja sama dengan komunitas dan organisasi pihak ketiga."

Beberapa fitur yang sedang di ujicoba untuk menghapus berita hoax di facebook di antaranya

1. Proses Pelaporan Lebih mudah

Facebook sedang menguji beberapa cara untuk mempermudah pelaporan berita atau status hoax. Pengguna kini bisa melakukannya dengan mengklik sudut kanan atas di sebuah postingan. Cara ini dapat membantu Facebook mendeteksi lebih banyak lagi berita palsu.

2. Memperingatkan Hal-hal yang Diperdebatkan

Facebook baru saja memulai program kerja sama dengan International Fact Checking Code of Principles di Poynter, yakni organisasi pihak ketiga, untuk melakukan pengecekan fakta.

Begitu laporan dari pengguna terkait berita hoax diterima, Facebook akan mengirimkannya laporan berita tersebut ke organisasi tersebut. Jika teridentifikasi palsu, berita tersebut akan memiliki tanda dan tautan ke artikel dengan penjelasan yang benar. Artikel yang diperdebatkan akan muncul lebih sedikit di News Feed.

Berita ini masih bisa dibagikan, tetapi pengguna akan melihat tanda peringatan bahwa artikel tersebut telah diperdebatkan kebenarannya saat pengguna membagikannya. Apabila sebuah artikel ditandai, artikel itu tidak bisa dijadikan iklan dan dipromosikan.

3. Berbagi dengan Informasi yang Benar

Pihak Facebook menemukan bahwa jika membaca sebuah artikel mendorong orang-orang membagikan berita secara signifikan, mungkin ini adalah pertanda artikel itu telah menyesatkan orang-orang dalam beberapa hal.

Adam Mosseri  juga menambahkan "Kami tengah melakukan uji coba untuk menggabungkan sinyal ini ke dalam perangkat, terutama bagi artikel yang sangat berbeda dan yang cenderung dibagikan lebih sedikit." 

4. Memutus sumber pendapatan bagi Penyebar Berita Palsu

Facebook juga menemukan bahwa pemberitaan palsu memiliki motif uang. Penyebar berita palsu menghasilkan uang dengan menyamar sebagai organisasi media terkenal dan memuat berita hoax yang mengundang pembaca untuk mengunjungi situs mereka. Padahal, kebanyakan isi situs mereka adalah iklan.

Untuk itu, Facebook telah mengeliminasi kemampuan pembelian bagi domain penipu yang akan mengurangi prevalensi dari situs-situs yang berpura-pura sebagai media. Terakhir, pihak Facebook akan menganalisa situs tersebut untuk mengetahui tindakan selanjutnya jika dibutuhkan.

Itulah beberapa fitur yang sedang di uji pihak Facebook untuk mengatasi masalah berita hoax yang membanjiti timeline Facebook.

Penulis : M. Nurul Iman
 

#News1


kenali.co