Penyelundupan Opset Harimau, Dua Tersangka Dibebaskan
Tersangka (baju tahanan) dengan opset harimau di Polres Sarolangun

Penyelundupan Opset Harimau, Dua Tersangka Dibebaskan

Rabu, 21 Desember 2016 - 21:49:47 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 260

Kenali.co, SAROLANGUN, - Pelaku penyelundupan opset Harimau yang berhasil diamankan oleh petugas Polres Sarolangun dan Polsek Pelawan Singkut beberapa hari yang lalu, saat sekarang sudah dilakukan pemeriksaan di Polres Sarolangun, dari hasil pemeriksaan sementara opset Harimau akan dijual di Jambi dengan salah seorang.

"Kita dapatkan informasi dari masyarakat adanya pembawa opset harimau, langsung kita turunkan anggota kita kelapangan dan disitu kita lakukan penggeledahan seperti yang dilihat ada truck yang mengangkut opset harimau yang berhasil diamankan oleh anggota kami gabungan dari polres dan polsek pelawan singkut," Ungkap Kapolres AKBP Bostang Panjaitan, Rabu (21/12/2016).

Dari pengakuan tersangka sendiri informasinya akan dijadikan koleksi, namun pihak kepolisian akan melakukan pendalaman lagi apakah ini merupakan suatu sindikat atau tidaknya nanti hasil pemeriksaan akan menentukan.

"Untuk tersangka sendiri akan dikenakan ancaman kurungan lima tahun penjara dan denda 100 juta," Tegasnya.

Namun dalam penanganan kasus omset harimau ini ada sesuatu yang aneh di Polres Sarolangun, kenapa demikian, salah satu pelaku dijadikan tersangka yakni Nur Ifda Bin Biarkan sedangkan Dua yakni Edi Yanto dan Puji Iswanto dibebaskan dengan alasan tidak terlibat dalam penyeludupan.

Sebelumnya dua tersangka tersebut sudah tertera dengan peran masing-masing, ada yang sopir dan satunya lagi berperan tukang cari mobil, dan dalam pasal 40 ayat 2 Jo Pasal 21 ayat 2 Undang undang Nomor 5 Tahun 1990 sudah jelas dengan bunyinya tentang Konservasi sumber daya hayati dan ekosistem dengan denda 100 juta dan ancaman penjara lima tahun.

Mengenai persolan tersebut Kapolres Sarolangun AKBP Bostang Panjaitan mengatakan dua dari tiga tersangka tidak terlibat langsung.

"Tersangkanya saat ini sudah kita amankan satu orang, yang duanya yaitu dari hasil pemeriksaan kita sementara mereka tidak terlibat langsung dan kita sudah koordinasi juga dengan tim BKSDA dan juga jaksa penuntut umum," Ungkap Bostang.

Selain itu Bostang juga mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksa saksi ahli dengan mendatangkan BKSDA.

"untuk saksi ahli dari BKSDA sudah kita periksa oleh sebab itu kita berkoordinasi langsung walaupun sudah ditunjukkan oleh tersangka adanya surat dan itu kita lihat pada tahun 1997 dan surat itu sudah tidak berlaku lagi dengan undang undang yang terbaru sekarang," Bebernya

Usia harimau yang sudah menjadi Opset tersebut sudah dewasa dengan jenis kelamin jantan.

Sementara itu dihadapan petugas tersangka mengaku telah mengoleksi harimau tersebut dari tahun 1995, hanya kulitnya saja dengan membeli kepada dengan orang lain dengan senilai 400 ribu rupiah di tahun 1995.

"Ini mau di bawa ke Jambi kepada seseorang dengan nilai 50 juta, saya melakukan ini baru sekali ini," Ungkap Tersangka.

(dar)

#News1


kenali.co