70 Persen Pekerja di Tebo Tidak Diikutsertakan BPJS Ketenagakerjaan

70 Persen Pekerja di Tebo Tidak Diikutsertakan BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 21 Desember 2016 - 08:49:00 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 159

Kenali.co, TEBO - Pekerja formal atau informal dikabupaten Tebo ternyata sebanyak 70 persen  belum terdaftar peserta BPJS ketenagakerjaan. Dan untuk menekan angka ini pun, pihak BPJS Ketenagakerjaan KCP Tebo berharap agar pihak perusahaan bisa buka mata karena dalam hal ini akan ada pemberlakuan sanksi bila tidak dilaksanakan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Tebo, Nur Syawal inability terkait hal tersebut kepada harian ini kemarin mengatakan bahwa pihaknya melakukan pemberitahuan kepada seluruh pihak perusahaan yang mewajibkan pekerjanya terdaftar menjadi pesera BPJS Ketenagakerjaan dikarenakan bakal ada sanksi khusus yang diberikan keperusahaan jika diketahui pekerjanya belum masuk masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah tersedia di Kabupaten Tebo.

"Pada sektor formal, bila ada yang ketahuan tidak Melaksanakan himbauan akan di sanksi berupa administratif hingga kurungan penjara. Bisa teguran tertulis, berikutnya ada denda, dan pidana," ungkap Nur, Selasa (20/12/2016).

Dikatakannya lagi, dalam hal ini perusahaan akan diberikan sanksi administratif berupa teguran sebanyak dua kali selama satu bulan. Jika sanksi tersebut tidak diindahhkan maka perusahaan yang tidak melaksanakan pemberian hal pekerja tersebut akan didenda sebesar 0,1 persen perharinya dari kewajiban yang harus mereka bayarkan.

"Kalau 30 hari tak dilakukan juga, kita akan hentikan layanan publik. Kita minta ke PDAM, ke PLN untuk menghentikan layanan. Kalau juga tidak ikut mendaftar, Kita juga bisa melakukan somasi ke disnaker maupun kejaksaan," tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya lagu, apabila semua sanksi administratif sudah diberlakukan akan tetapi perusahaan tidak juga mengikutsertakan para pekerjanya di BPJS Ketenagakerjaan yang ada, maka pihak lerusahaan akan dikenakan sanksi pidana yaitu 8 tahun kurungan penjara atau denda sebesar Rp 1 miliar.

"Akan ada hukuman 8 tahun jika pekerja tidak didaftarkan dalam BPJS Ketenagarkerjaan," jelasnya.

Dan untuk keadaan saat ini, Nur menceritakan bahwasanya sudah beberapa perusahaan yang diberikan sanksi karena sudah melanggar. Dan bahkan ada juga perusahaan besar di sektor perkebunan di Tebo yang belum ada mengikut sertakan pekerjanya di BPJS.

"Untuk perusahaan besar ada yang tidak ikut dan itu Kita sayangkan karena pihak perusahaan kurang menyadari pentingya BPJS ini. Dan juga perlu diketahui Tidak semua biaya dibebankan keperusahaan," tuturnya.

(nto)

#News1


kenali.co