Delapan Anak Bawah Umur Cabuli Siswi SMP di Kasang Pudak

Delapan Anak Bawah Umur Cabuli Siswi SMP di Kasang Pudak

Selasa, 20 Desember 2016 - 22:25:06 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 410

Kenali.co, SENGETI - Moral anak bangsa kembali tercoreng, kali ini Kasus tindakan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur atau pencabulan kembali terjadi di Desa Kasang Pudak Kecamatan Kumpe Ulu, Muaro Jambi pada Minggu (18/12) lalu. Tidak tanggung Tanggung, Delapan bocah di bawah umur, yang rata rata masih menempuh bangku sekolah kelas pertama mencabuli L (15), salah seorang siswi SMP di Kota Jambi.

Didampingi ibunya H (40), L menceritakan kejadian kepada ketua pemuda dan Babinsa Kasang Pudak Syamsori, dimana pada Minggu lalu sekira pukul 20.00 dia bertemu dan berkenalan dengan delapan orang pelaku saat ada acara kuda kepang di dekat rumahnya di Kelurahan Tanjung Sari KecamatanJambi Timur Kota Jambi. 

Setelah pulang kemudian Melati diajak berkeliling menggunakan sepeda motor pukul 23.00. Namun, sampai di rumah kosong tepatnya di belakang SMP 8 di Kasang Pudak. Korban di dipaksa untuk mencicipi minuman yang dibawa oleh para pelaku.

"Mereka bawa minuman, sayo dak tau minuman apa itu. Sayo dipaksa untuk minum, setelah minum satu gelas kepala sayo pusing sekali. Setelah itu sayo direbahin, pakaian sayo dilucuti," kata L

Pada saat kejadian, tak banyak yang dia ingat memang. Korban becerita , saat kedelapan Bocah tersebut menghimpit tubuhny, kepalanya terasa berat dan tidak punya tenaga lagi untuk melawan. 

"Yang sayo ingat saat digituin yang berbuat  2 orang yang lain cuma pegang-pegang samo cium-cium be," kata L.

Kapolsek Kumpeh Ulu AKP Muhamad Rukhyat melalui Kanit Reskrim IPDA Dwiyanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah mendapatkan laporan dari pihak keluarga Sore saat setelah kejadian tersebut. Usai menerima laporan pihaknya pun langsung menuju rumah salah satu pelaku, namun pelaku sudah tidak ada.

"benar, pelakunya pun masih di bawah umur semua, namun karena pihak korban sempat mendatangi rumah pelaku sebelum melapor ke kami. Saat kami langsung menuju rumah pelaku, pelaku sudah tidak ada." jelas Dwi.

Pihak kepolisian pun masih mencari keberadaan para pelaku, dirinya pun meminta agar pelaku lebih baik menyerahkan diri. Dan pihak keluarga pelaku untuk bisa bekerja sama.

"ya mereka sembunyi ya, kita masih cari. Nanti para pelaku dapat di jerat dengan pasal 81 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak," tandasnya. 

(wil)

#News1


kenali.co