Jumlah Pasien Meningkat Pengaruhi Stok Obat di Abdul Manap
Dirut RS Abdul Manap Kota Jambi, dr Maulana

Jumlah Pasien Meningkat Pengaruhi Stok Obat di Abdul Manap

Selasa, 20 Desember 2016 - 21:45:17 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 186

Kenali.co, JAMBI- Minggu ini, Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi akan ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Prosesnya saat ini hanya menunggu persetujuan dari Walikota Jambi. Artinya RSUD itu diberikan kewenangan oleh pemerintah daerah untuk mengelola keuangan sendiri, terutama dalam menyediakan obat untuk pasien.

“Ini memang sangat dibutuhkan, jadi lebih efisien dan pelayanananya akan jauh lebih baik tahun 2017,” kata Dirut RSUD Abdul Manap Kota Jambi, dr Maulana. 

dr Maulana mengatakan bahwa pada tahun 2016 ini jumlah pasien meningkat sangat tajam hingga 15 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap stok obat obatan di rumah sakit. Kondisi ini diluar dugaan, karena sudah memasuki akhir tahun, sehingga sulit untuk dianggarkan lagi.

“Kebutuhan tentu meningkat, karena pasien meningkat, begitu juga obat obatan,” katanya.

Disisi lain, Peningkatan pasien ini berdampak terhadap pendapatan rumah sakit. Jika tahun lalu hanya Rp22 miliar, tahun 2016 ini sudah mencapai Rp32 miliar. Peningkatan ini terjadi pada pasien pengguna BPJS dan SKTM. Sementara untuk pasien umum jumlahnya stabil.

Menurutnya, obat obatan yang tidak tersedia saat ini, akan dikolaborasikan dengan gudang farmasi dinas, untuk menutupi kekosongan tersebut. Obat yang kurang itu diantaranya adalah untuk pasien poli jantung karena obatnya mahal sehingga banyak menyedot anggaran. Selain itu juga obat obatan penyakit dalam lainnya. 

Dia menambahkan, hal ini merupakan konsekuensi adanya kepercayaan masyarakat yang meningkat, tentunya berdampak pada kekurangan diberbagai item, seperti obat-obatan. Namun, kedepan hal ini tidak akan terjadi lagi, karena per 1 Januari 2017 sudah di targetkan menjadi BLUD. 

“Jadi nanti kebutuhan seperti obat obatan itu kita sesuaikan dengan jumlah pasien. Tidak perlu mendapat persetujuan dari Pemda lagi, bahkan setiap bulan bjsa kita beli sesuai dengan tren penyakit dibukan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Sutiono mengatakan bahwa dengan kondisi seperti ini pihaknya meminta agar pihak rumah sakit mempercepat pelaksanaan BLUD itu. Sehingga pihak rumah sakit bisa membeli obat tanpa harus menunggu proses penganggaran. 

“Jadi bisa disesuaikan bukan ini obat apa yang perlu di tambah dan lainnya,” katanya.

Selain itu untuk mengisi kekosongan itu, pihak RSUD harus mencarikan solusi agar masyarakat tidak cemas ketika berobat ke rumah sakit. 

(Ali)

#News1


kenali.co