60 Persen Hasil UKG di Kota Jambi Belum Capai Standar

60 Persen Hasil UKG di Kota Jambi Belum Capai Standar

Selasa, 29 November 2016 - 21:22:23 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 236

Kenali.co, JAMBI- Dinas Pendidikan Kota Jambi tahun 2017 mendatang masih fokus membenahi kualitas tenaga pengajar di Kota Jambi. Hal itu mengingat hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) Kota Jambi yang masih belum menunjukkan hasil yang positif.

Kabid Dikdas Kota Jambi, Arman mengatakan bahwa uji kompetensi ini saat penting mengingat hal ini akan berpengaruh pada kualitas siswa di Kota Jambi. “Kalau gurunya hebat-hebat, tentu muridnya juga akan hebat,” katanya.

Ditambahkannya, guru di Kota Jambi masih banyak yang berstatus sebagai tenaga honor. Sehingga diperlukan pembinaan dan bimbingan khusus untuk meningkatkan potensinya dalam mendidik siswa.

“Mungkin sekitar 600 tenaga guru honor di Kota Jambi ini,” katanya.

Menurut Arman, dari hasil UKG yang diselenggarakan tahun 2016 ini masih banyak guru yang belum mencapai nilai standar yang ditentukan. “Sekitar 60 persen belum capai standar,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi ini bukan hanya terjadi di Kota Jambi saja, akan tetapi juga di seluruh Indonesia. Hal ini disebabkan beberapa factor seperti umur, dan juga masih minimnya pengetahuan terhadap tekhnologi masa kini seperti computer.

Saat ini ada sebanyak 1.853 guru PNS ditingkat SD, sementara untuk yang non PNS ada sebanyak 1.479. Di tingkat SMP jumlah guru PNS ada sebanyak 1.105 orang.

Dan non PNS 501 pegawai. Dari jumlah itu, jumlah guru yang sudah mendapatkan sertifikasi ada sebanyak 1.802 untuk guru SD, dan 1.031 untuk guru SMP.

Menaggapi hal ini Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Sutiono mengatakan sangat prihatin. Sebab, di jaman yang serba modern sekarang seharusnya tenaga pendidik dapat menyesuaikan.

“Jangan sampai guru kita kurang informasi atau ketinggalan informasi, sekarang ini era” katanya.

Menurutnya, seharusnya para guru itu dapat mengembangkan kemampuan sebagai tenaga pengajar. Sebab, pemerintah sudah menambah biaya penghasilan para guru. Seperti dana sertifikasi yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas diri.

“Kita minta dinas pendidikan untuk melakukan monitoring dan diberikan pembinaan,” pungkasnya.

Sementara itu Walikota Jambi SY Fasha mengakui bahwa nilai UKG guru di kota Jambi masih rendah. Padahal dirinya mengaku selalu menghimbau para guru untuk menambah wawasan dengan mengunakan dana sertifikasi yang telah diberikan.

"Saya selalu menyampaikan kepada guru untuk menambah wawasan dan kompetensi dengan menggunakan dana yang sudah ada,"bebernya.

Fasha menjelaskan dana sertifikasi yang diperoleh oleh guru seharusnya dimanfaatkan untuk dua hal. Yakni untuk kesejahteraan guru dan untuk meningkatkan wawasan para guru.

"Selama ini yang saya lihat kebanyakan para guru setelah mendapatkan uang sertifikasi, langsung digunakan untuk beli kredit mobil, kredit motor dan lainnya. Padahal kan harusnya juga digunakan untuk meningkatkan wawasan, pendidikan dan sertifikasi guru agar kualitasnya semakin baik," bebernya.

(Ali)

#News1


kenali.co