Kredit Macet di Jambi Turun, OJK Optimistis Hingga Akhir 2016
Ilustrasi

Kredit Macet di Jambi Turun, OJK Optimistis Hingga Akhir 2016

Rabu, 23 November 2016 - 09:54:09 WIB
0 | Kategori: Ekonomi |Dibaca: 467

Kenali.co, JAMBI- Kantor perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menyebutkan, kredit macet (non performing loan/NPL) perbankan di provinsi ini mengalami penurunan pada triwulan ke-III tahun 2016.

"Kredit macet di Jambi menurun dari 3,25 persen menjadi 2,75 persen pada triwulan III, NPL-nya membaik dan ini suatu kinerja yang juga baik," kata Ketua OJK Provinsi Jambi Darwisman.

Menurunnya angka kredit macet nasabah perbankan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya membaiknya konsolidasi yang optimal oleh perbankan di Jambi.

Selain itu, perbankan juga fokus dengan manajemen "remedial" pengurusan kredit dengan baik untuk menyelesaikan kredit yang macet sembari konsolidasi perbankan.

"Penyelesaian kredit seperti upaya penagihan maupun penyelesaian kredit. Selain itu juga didorong dengan tingkat kehati-hatian perbankan yang selektif memberikan kredit baru kepada calon nasabah," katanya menjelaskan.

Industri perbankan saat ini lanjut Darwisman juga semakin optimal dalam menganalisa risiko untuk penyaluran kredit baru, sehingga penyaluran kredit baru ke depannya tidak menimbulkan kredit macet.

OJK optimistis hingga akhir tahun ini NPL perbankan akan terus mengalami penurunan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai kredit yang disalurkan perbankan di Jambi sebesar Rp30 triliun, sementara hanya 2,75 persen yang bermasalah.

"Mudah-mudahan diakhir tahun saya trennya turun. Hampir dari Rp30 triliun kredit yang sudah disalurkan, hanya 2,75 persen yang bermasalah," katanya.

Darwisman menilai perbakan di Jambi terus mendapatkan kepercayaan dari nasabah. Oleh karenanya masyarakat selaku nasabah juga harus komitmen dan patuh untuk memenuhi kewajiban kepada perbankan guna menyelesaikan angsuran kredit.

OJK kata Darwisman nantinya juga akan terus mengawal dan menjaga stabilitas industri jasa keuangan yang ada di Provinsi Jambi melalui komunikasi yang baik.

"Karena diyakini ini merupakan bentuk sinergi yang positif untuk mendorong perekonomian Jambi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya menambahkan.

(ali)

#News1


kenali.co