Pakan Mahal, Pemilik Kerambah Gulung Tikar di Kerinci
Terlihat kerambah ikan yang banyak ditinggalkan Nelayan di Danau Koto Petai

Pakan Mahal, Pemilik Kerambah Gulung Tikar di Kerinci

Jumat, 18 November 2016 - 21:37:51 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 253

Kenali.co, KERINCI - Sejumlah Pemilik Kerambah Ikan yang berada di kabupaten Kerinci, sulit mendapatkan pakan ikan. Pasalnya harga pakan yang mahal menjadi kendala dari para nelayan.

Bahkan, akibat mahalnya harga pakan, sejumlah kerambah di Kerinci ada yang gulung tikar. Seperti yang terjadi di desa Koto Petai, kecamatan Danau Kerinci, kabupaten Kerinci.

Pantauan di Danau Koto Petai, Jumat (18/11/2016) terlihat kerambah milik pribadi yang telah ditinggal oleh pemiliknya sedangkan kerambah yang masih hanya milik dari kelompok tani.

Darul, salah seorang warga Koto Petai, mengatakan bahwa kerambah apung di Danau Kerinci sudah tidak menjanjikan lagi, hal tersebut disebabkan karena harga pakan yang mahal.

"Sakarang beli pakan dengan hasil produksi yang kita dapat itu tidak seimbang, malah merugi, makanya warga malas untuk membuat kerambah lagi," katanya, Jumat (18/11/2016).

Bahkan, katanya sudah banyak yang gulur tikar akibat sulitnya mencari pakan dan  mahalnya harga pakan ikan. "Yang masih ada hanya kerambah milik kelompok saja yang masih ada sedangkan yang milik pribadi sudah ditinggal semua ada yang sudah berangkat malaysia," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Kerinci, Safruddin, ketika dikofirmasi (18/11/2016), juga mengakui bahwa mahalnya harga pakan menjadi kendala nelayan untuk mengelola keramah ikan.

"Ya, memang pakan menjadi masalah dari pemilik kerambah di Kerinci, karena harganya mahal, sehingga tidak seimbang dengan produksinya,"jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan mengusulkan kepada kementerian Perikanan RI untuk membantu pengolahan pakan organik agar warga tidak mengeluarkan biaya yang besar untuk membeli pakan.

"Kita rencanakan akan membangun semacam pabrik pakan mini lah, mudah-mudahan tahun 2017 bisa dilaksanakan. Kita harapkan harga pakan bisa Rp 6 ribu per kilogramnya, tidak seperti sekarang harganya Rp 10 ribu,"sebutnya.

Menurutnya, jika pakan ikan tersebut bisa dibuat di Kerinci, bisa meningkatkan produksi ikan di kabupaten Kerinci sehingga tidak menutup kemungkinan bisa di ekspor keluar. "Kalau bahanya sebagian sudah ada di Kerinci, seperti Jerami, Sekam padi,"pungkasnya.

(sau)

#News1


kenali.co