Tahun 2017, Pemkot Jambi Targetkan PAD Naik 5,75 Persen
Suasana rapat paripurna Ranperda RAPBD 2017 di Gedung DPRD Kota Jambi, Rabu (16/11/2016).

Tahun 2017, Pemkot Jambi Targetkan PAD Naik 5,75 Persen

Kamis, 17 November 2016 - 15:14:33 WIB
0 | Kategori: Berita Jambi |Dibaca: 122

Kenali.co,  JAMBI- Wakil Walikota Jambi menyampaikan gambaran mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017. Total Pendapatan Daerah pada RAPBD Kota Jambi Tahun Anggaran 2017 ini terjadi penurunan sebesar 4,65 persen jika dibandingkan dengan APBD Murni Tahun 2016.

“Atau terjadi penurunan pendapatan Rp71,28 Miliar, yaitu dari Rp1,532 Triliun pada APBD Tahun 2016,” kata Wakil Walikota Jambi Abdullah Sani saat paripurna Ranperda RAPBD 2017 di Gedung DPRD Kota Jambi, Rabu (16/11/2016).

Dijelaskan secara rinci, Pendapatan Daerah tersebut bersumber dari  Pendapatan Asli Daerah (PAD).  PAD pada tahun 2017 ditargetkan meningkat 5,75 persen  atau naik sebesar Rp17,44 milyar yaitu dari Rp303,49 Miliar menjadi Rp320,93 Miliar.

Menurut Abdullah Sani, Secara nominal, peningkatan terbesar dari PAD ini bersumber dari Retribusi Daerah yang ditargetkan meningkat 25.79 persen atau naik Rp15.14 Miliar, dari Rp58,71 Miliar menjadi Rp73,85 Miliar. Begitu juga dengan PAD yang bersumber dari Pajak Daerah ditargetkan meningkat 5,41 persen atau naik Rp10,12 Miliar pada Tahun 2017.

Dikatakannya, PAD yang bersumber dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan targetnya mengalami penurunan sebesar Rp4 Milyar.  Begitu juga dengan PAD yang bersumber dari Lain-lain, Pendapatan Asli Daerah yang Sah targetnya mengalami penurunan sebesar Rp3,82 Miliar.

Sementara untuk Dana Perimbangan terdiri dari Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Total Target Kelompok Pendapatan Dana Perimbangan Tahun Anggaran 2017 targetnya mengalami penurunan sebesar 7,80 persen atau turun Rp89,71 Miliar, yaitu dari Rp1,150 Triliun pada APBD Tahun 2016 menjadi Rp1,060 Triliun untuk APBD Tahun 2017.

Untuk target Jenis Pendapatan Dana Alokasi Umum (DAU)  ditargetkan sama dengan Tahun 2016. Demikian halnya dengan target Jenis Pendapatan Dana Alokasi Khusus(DAK) Fisik yang juga mengalami penurunan yakni sebesar 37,49 persen  atau turunRp56,02 Miliar, yaitu dari Rp149,46 Miliar menjadi Rp93,42 Miliar. Begitu juga dengan Dana Alokasi Khusus Non Fisik mengalami penurunan sebesar 24.24 persen atau turun Rp45 Miliar dari Rp185,65 Miliar menjadi Rp140,64 Miliar pada APBD Tahun 2017.

Abdullah Sani mengatakan Total Belanja Daerah pada RAPBD Tahun 2017 Kota Jambidirencanakan sebesar Rp1,537 Triliun Rupiah,  jumlah ini menurun sebesar 4,87 persen atau Rp78.76 Miliar bila dibandingkan dengan Belanja Daerah Tahun 2016 yang sebesarRp1,615 Triliun.

“Belanja Daerah terdiri dari Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung. Adapun Rasio Belanja Langsung terhadap Total Belanja pada RAPBD Tahun 2017 meskipun masih belum pada kondisi yang ideal, namun berada pada trend yang positif dibandingkan APBD Tahun 2016,” katanya.

Menurutnya, bila pada APBD Tahun 2016 Rasio Belanja Langsung dan Tidak Langsung adalah 47,45 persen berbanding 52,55 persen. Maka pada RAPBD Tahun 2017 Rasio Belanja Langsung terhadap Belanja Tidak Langsung menjadi 50,19 persen banding 49,81persen.

Kepala Bappeda Kota Jambi, Doni mengatakan bahwa penurunan Belanja Daerah pada RAPBD Tahun 2017 ini tidak menjadi masalah. Yang terpenting, program yang disusun sesuai dengan Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJM).

“Dana DAK itu kami prioritaskan untuk pembangunan RS Abdul Manap, RS Pratama Tipe D di Sebrang, Sanitasi, dan Air bersih, dan jalan,” katanya.

Doni mengatakan bahwa dengan adanya penurunan ini secara otomatis ada beberapa prioritas pembangunan yang dikurangi. “Mudah – mudahan tidak ada penundaan program pembangunan, tetapi tetap ada prioritas. Yang terpenting kedepan drainase kita perbaiki, sebab sudah mulai rawan banjir,” katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Jambi, Junaidi Singarimbun berharap, pemerintah tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang dapat berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. “Infrastruktur tetap harus jadi prioritas,” katanya.

(ali) 

#News1


kenali.co